Tekan Penularan Covid-19, Muhammadiyah Gombong Sediakan Shelter Isolasi Mandiri

GOMBONG, SM Network – Persyarikatan Muhammadiyah konsisten mengambil peran terhadap permasalahan yang menimpa bangsa termasuk bencana pendemi Covid-19. Seperti dilakukan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gombong yang mendirikan shelter isolasi mandiri yang dikhususkan bagi masyarakat yang terpapar Covid-19.

Shelter Isolasi Mandiri Muhammadiyah Gombong yang berada di kompleks Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong dan STIKES Muhammadiyah Gombong tersebut untuk menampung seseorang yang terkonfirmasi Covid-19. Shelter ini terbuka untuk semua warga dari berbagai etnis, ras, suku dan agama.

Shelter isoman ini merupakan kerjasama Pemkab Kebumen melalui BPBD, PCM Gombong, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong dan STIKES Muhammadiyah Gombong. Shelter ini untuk membantu program pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.

“Sehingga seseorang yang selama ini melakukan isolasi mandiri di rumah bisa melakukan isolasi mendiri di tempat ini,” ujar Direktur Utama Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong dr Ibnu Naser Arrohimi.

Dengan demikian, pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan melalui Puskesmas yang membawahi pasien tidak khawatir lagi terhadap penularan yang lebih lanjut. Karena pasien sudah dilokalisir dengan jelas sehingga angka penularan diharapkan bisa menurun.

Fasilitas Lengkap

Shelter ini terdapat dokter spesialis, dokter jaga 24 jam, perawat jaga 24 jam, rohaniawan, petugas kebersihan, dan keamanan. Adapun zonasi ruangan telah dipetakan sesuai dengan zona aman terdiri atas enam ruang. Satu ruang terdiri atas lima tempat tidur susun yang dilengkapi dengan AC, Televisi Led 40 inchi, koneksi internet dan CCTV.

Yang istimewa, shelter ini dilengkapi mesin cuci langsung kering dengan konsep koin mandiri atau mencuci sendiri. Kemudian kantin mandiri, almari, meja kursi, makan 3x sehari, snack atau buah dua kali sehari, hingga sarana olahraga sederhana.

Dokter Ibnu Naser menambahkan bahwa seseorang yang bisa melakukan isolasi mendiri di shelter adalah yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19, dibuktikan dengan hasil resmi swab PCR, penderita Covid-19 tanpa gejala, membawa rujukan dari Puskesmas, membawa hasil rontgent thorax dan hasil laboratorium.

“Adapun seseorang yang masuk shelter harus bisa mandiri atau memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sendiri,” ujarnya seraya menyebutkan informasi lebih lanjut bisa menghubungi Cahyo Nugroho di nomor 0813-2770-0118.

Tinggalkan Balasan