Usai Lahir, RH Sumbat Mulut Bayinya Sendiri Hingga Tewas

Malu Hamil di Luar Nikah

MAGELANG, SM Network – Karena malu hamil di luar nikah, RH (27) tega mencekik bayi yang dilahirkannya sendiri hingga meninggal dunia. Kejadian pada Senin (11/1) lalu di Asrama Putri Larasati Kompleks RSJ Prof Dr Soerojo Magelang.

Tersangka yang merupakan warga Kabupaten Indramayu ini pun kini diamankan oleh Polres Magelang Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kejinya itu. Pasal berlapis pun siap menghadangnya dengan ancaman hukuman paling lama belasan tahun.

Plt Kapolres Magelang Kota, AKBP R Fidelis Purna Timoranto mengatakan, kasus ini terungkap setelah ada laporan yang masuk ke Polsek Magelang Utara tentang mahasiswa di UGD RSJ yang mengalami pendarahan akibat melahirkan. Lalu petugas mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Pelapor mengaku saat itu mendapat telepon dari Kasubag Hukornas yang mengabarkan kejadian tersebut. Pelapor datang ke UGD dan mengabarkan kalau RH melahirkan di asrama putri. Setelah koordinasi dengan Direktur SDM Pendidikan dan Umum, kejadian ini dilaporkan ke polisi,” ujarnya saat gelar perkara di kantornya, Selasa (19/1).

Dia menuturkan, petugas mendatangi lokasi dan olah TKP serta mencari saksi-saksi. Dari keterangan saksi, RH melahirkan di kamar nomor 3 asrama setempat yang saat itu RH ada di UGD. Selanjutnya, petugas berkoordinasi dengan dokter dan hasilnya RH harus dirawat, karena banyak mengeluarkan darah.

“Pada Rabu (13/1), petugas kembali berkoodinasi dengan dokter yang menangani RH dan hasilnya RH sudah sehat. Selanjutnya RH kita bawa ke Polsek untuk proses penyidikan lebih lanjut,” katanya.

Fidelis menjelaskan, saat dimintai keterangan, tersangka mengaku pada Senin (11/1) sekitar pukul 09.00 perutnya terasa mulas dan menuju kamar mandi. Saat duduk di kloset, tak lama keluar bayi yang langsung jatuh ke lantai kamar mandi dalam posisi telentang dan menangis.

Saat itu, lanjutnya, RH memutus tali pusar dengan cara ditarik menggunakan tangan kanan dan kiri. Karena merasa malu kalau ketahuan orang lain telah hamil dan melahirkan bayi, RH menyumbat mulut bayinya dengan kapur barus yang ada di toilet sampai meninggal dunia.

“Rencana mayat bayi akan dikubur di pekarangan belakang, namun kondisi badan RH sudah lemas. Akhirnya RH telpon temannya yang bernama NS. Tersangka menjelaskan kepada temannya itu dan perawat UGD kalau mengidap ia penyakit Kista dan Kistanya keluar. Setelah diperiksa oleh perawat baru RH mengakui kalau hamil dan baru saja melahirkan,” jelasnya.

Selain dari keterangan saksi dan tersangka, Fidelis juga mengaku telah meminta keterangan dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Tengah. Hasilnya, bayi yang tewas di tangan ibunya sendiri itu berjenis kelamin perempuan, umur di dalam kandungan sekitar 9 bulan, dan umur di luar kandungan kurang lebih satu hari.

Lalu panjang badan bayi 46 cm dan dalam kondisi hidup saat lahir. Bayi mampu hidup di luar kandungan tanpa alat bantu.

“Pada pemeriksaan didapatkan luka akibat kekerasan benda tumpul berupa
luka memar di kepala bagian kanan dan pipi kanan, luka lecet pada leher dan perut kanan, dan dkidapatkan tanda mati lemas. Sebab kematian cekik yang mengakibatkan mati lemas,” terangnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 80 ayat (3), ayat (4) Jo. Pasal 76C UU RI no. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak atau Pasal 341
KUHP.

Tinggalkan Balasan