Tanpa Malam Tirakatan, Jumlah Peserta Upacara Dibatasi

SLEMAN, SM Network – Pemerintah Kabupaten Sleman melarang masyarakat menggelar kegiatan malam tirakatan dalam rangka HUT RI ke-75. Instruksi ini berlaku di tingkat kabupaten, kecamatan, desa, padukuhan, maupun RT/RW.

“Surat edaran peniadaan malam tirakatan sudah diterbitkan sejak 27 Juli lalu. Ditandatangani oleh Sekda, dan disampaikan kepada seluruh kepala desa,” kata Kabag Humas dan Protokol Setda Sleman Shavitri Nurmala Dewi, Sabtu (15/8).

Tidak hanya malam tirakatan, di masa pandemi Covid-19 ini, masyarakat juga diimbau tidak mengadakan perlombaan yang biasa digelar untuk memperingati kemerdekaan RI. Aturan peniadaan berbagai kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa itu diberlakukan demi mencegah penularan Covid-19.

“Peringatan HUT RI pada masa pandemi dilaksanakan dengan sederhana namun khidmad, dengan melibatkan masyarakat tanpa adanya berbagai lomba dan kegiatan yang menimbulkan potensi kerumunan massa,” kata Shavitri.

Meski tanpa malam tirakatan dan perlombaan, masyarakat diharapkan tetap menyemarakkan peringatan kemerdekaan dengan memasang umbul-umbul, dekorasi atau hiasan lainnya secara serentak sampai dengan tanggal 31 Agustus mendatang. Tidak lupa tentunya pemasangan bendera merah putih.

Adapun, tema dan logo peringatan HUT RI ke-75 adalah Indonesia Maju yang dapat diunduh melalui website resmi Kementerian Sekretariat Negara. Memperingati HUT RI pada Senin (17/8) besok, Pemda Sleman akan menggelar upacara bendera bertempat di Lapangan Pemda. Penyelenggaraannya pun sangat minimalis dan mematuhi protokol kesehatan.

Upacara akan dipimpin oleh satu orang komandan, dengan jumlah pengibar bendera sebanyak tiga orang. “Pasukan upacara maksimum 150 orang berasal dari TNI/Polri, dan sebagian ASN. Korps musik juga paling banyak 25 orang,” terangnya.

Tingkat kecamatan juga akan melaksanakan upacara bendera dengan jumlah peserta maksimum 50 orang. Pimpinan tinggi pratama atau sederajat, dan pegawai pada instansi wajib mengikuti upacara detik-detik Proklamasi, dan upacara penurunan bendera yang ditayangkan di stasiun televisi dari tempat tinggal masing-masing.


Amelia Hapsari

5 Komentar

  1. Like!! I blog frequently and I really thank you for your content. The article has truly peaked my interest.

  2. I like this website very much, Its a very nice office to read and incur information.

  3. Very good article! We are linking to this particularly great content on our site. Keep up the great writing.

  4. 64666 113468I like this post a great deal. I will definitely be back. Hope that I will likely be able to read more insightful posts then. Will probably be sharing your understanding with all of my associates! 38942

Tinggalkan Balasan