SM/ ist : Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto MP IPM saat sosialisasi KKN daring.

YOGYAKARTA, SM Network – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menerjunkan sebanyak 2500 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler IT Berbasis Komunitas di DIY dan Jawa Tengah. Sebelum terjun ke lapangan, peserta mengikuti sosialisasi secara online mengenai konsep dan tata laksana KKN Reguler IT Berbasis Komunitas 2021.

”Seluruh kegiatan dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat, begitu pula KKN IT merupakan program yang secara penuh memanfaatkan jaringan internet dalam proses pengabdian, bertujuan mengurangi kontak antara mahasiswa dan masyarakat. Kami mengontrol ketat seluruh kelompok KKN yang tersebar di DIY dan Jawa Tengah. Sebagian besar, 90 persen kegiatan dilakukan tanpa kontak langsung dengan masyarakat,” papar Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto MP IPM dalam sosialisasi, kemarin.

Selain KKN Reguler Berbasis IT, UMY pada semester genap 2020/2021 juga memberikan dua opsi lain yaitu KKN pendampingan di Panti Asuhan di DIY sebanyak 220 kelompok, dan 114 KKN pemberdayaan sekolah Muhammadiyah. Peserta reguler menyasar 580 UMKM, 265 organisasi sosial, 22 panti asuhan di DIY, dan 13 sekolah Muhammadiyah.

Manfaatkan Teknologi

Kepala Divisi KKN LP3M UMY, Dr Aris Slamet Widodo SP MSc menambahkan, menanggapi keputusan Pemerintah Indonesia terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa dan Bali, yang berlaku mulai 11 Januari hingga 25 Januari 2020, kampus sudah melakukan kegiatan secara daring. Bahkan konsep KKN pun berbasis daring.

”Kegiatan KKN mampu membuat mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan dapat bekerja sama dengan mitra UMKM maupun organisasi sosial dengan memanfaatkan perangkat teknologi informasi dan berbagai aplikasi serta media sosial yang lazim dan familiar digunakan. Seperti laiknya Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO), dalam pelaksanaan KKN berbasis IT ini setiap kelompok secara perwakilan akan melakukan koordinasi secara langsung di lapangan dua kali seminggu,” jelasnya.

Menurutnya kegiatan pendampingan daring memerlukan koordinasi dan strategi yang kuat agar partisipasi masyarakat tinggi. Kelompok KKN hanya bisa mendampingi komunitas tertentu untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here