SM/Supriyanto - EDUKASI RELAWAN: Ketua Stikes Muhammadiyah Gombong Hj Herniyatun MKep SpMat bersama dosen berpose usai mengisi diskusi online di Posko Pencegahan Covid-19 di Desa Bejiruyung, Kecamatan Sempor, Kebumen.

KEBUMEN, SM Network – Sebagai sebuah perguruan tinggi ilmu kesehatan, berbagai program dilaksanakan oleh civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Gombong dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19. Bahkan secara resmi, Stikes Muhammadiyah Gombong membentuk Gugus Penanganan Covid-19 untuk melaksanakan program dan kegiatan.

Salah satunya kegiatan gugus tugas dalam hal edukasi dan kerjasama adalah melakukan pendampingan terhadap para relawan desa tanggap Covid-19 yang dilakukan para dosen. Para relawan yang berada di Posko Covid-19 tingkat desa memiliki risiko tinggi terhadap penularan virus Corona.

“Mereka sebagai garda depan bersinggungan secara langsung dengan para pemudik maupun orang yang memasuki wilayah desa,” ujar Ketua Stikes Muhammadiyah Gombong Hj Herniyatun SKep SpMat selaku Penanggung Jawab Gugus Penanganan Covid-19 didampingi Ketua Pelaksana Gugus Penanganan Covid-19 Nurlaila MKep, Minggu (3/5/2020).

Adapun yang menjadi desa dampingan para dosen Stikes adalah Desa Bejiruyung dan Desa Pekuncen Kecamatan Sempor. Bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Stikes Gombong, para dosen memberikan pembekalan kepada relawan terkait peran serta desa tanggap Covid-19, bagaimana pencegahan, penularan, serta sikap relawan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Secara rutin para dosen juga menjadi pembicara dalam diskusi daring yang dilaksanakan di Posko Covid-19 Desa Bejiruyung. Diskusi tersebut disiarkan secara langsung melalui kanal Facebook dan media sosial yang lain. Relawan maupun warga turut menyimak diskusi tersebut secara daring dari rumah masing-masing.

Masing-masing dosen memberikan materi dengan tema berbeda. Dua orang dosen yakni Nurlaila MKep dan Siti Mutoharoh SST MPH misalnya saat menjadi narasumber membahas mengenai pandemi Covid-19 pada anak dan ibu hami dan menyusui. Bagaimana bayi dan anak-anak perlu dijaga kesehatannya dengan pola hidup bersih dan sehat serta menjaga tetap memiliki daya tahan tubuh atau imunitas baik.

Dalam kesempatan itu juga diberikan contoh senam bayi. Senam bayi dilakikan agar bayi memiliki tubuh kembang yang baik, tetap sehat dan memiliki imunitas yang baik.

Terjunkan Relawan

Ketua Pelaksana Gugus Penanganan Covid-19 Nurlaila MKep menambahkan, selain kerjasama dengan Desa Siaga Covid-19, Gugus Penanganan Covid-19 Stikes Muhammadiyah Gombong juga bekerjasama dengan sejumlah lembaga antara lain Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Para dosen juga memberikan dampingan psikososial bagi warga dalam menghadapi pandemi Covid-19. Selain dosen, Stikes Gombong juga menerjunkan relawan mahasiswa baik perawat, bidan dan farmasi. Relawan diterjunkan di enam Posko Check Point yang ada di perbatasan. Selain itu, relawan mahasiswa juga ditugaskan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19.

“Upaya yang kami lakukan ini sesuai dengan tagline Stikes Muhammadiyah yakni Unggul dalam kegawatdaruratan dan bencana,” imbuh Nurlaila MKep.

Kepala Desa Bejiruyung Sofingi menyampaikan apresiasi terhadap Stikes Muhammadiyah Gombong yang melakukan edukasi terhadap relawan dan warga Desa Bejiruyung. Edukasi semacam itu sangat diperlukan agar warga lebih memahami secara benar terkait Covid-19. Dengan demikian masyarakat lebih lebih bisa turut menjadi pelopor memutus penyebaran virus Corona.

“Semoga nantinya kita tetap bisa bersinergi dan menghasilkan kegiatan yang baik,” ujar Sofingi.


Supriyanto

3 KOMENTAR