ilustrasi

SLEMAN, SM Network – Pemkab Sleman menyiapkan anggaran Rp 105 miliar untuk penanganan pandemi Covid-19. Dari kebutuhan belanja sebanyak itu, sampai saat ini telah terealisasi Rp 80 miliar.Sebagian besar digunakan untuk pengadaan obat-obatan, gedung, dan alat pelindung diri (APD) di RSUD Sleman dengan nilai anggaran mencapai Rp 52,83 miliar, sedangkan RSUD Prambanan menganggarkan Rp 1 miliar. 

Di dalam nomenklatur dana itu terdapat pula insentif bagi 400 tenaga kesehatan selama 6 bulan. Sebanyak 400 tenaga medis diusulkan memperoleh insentif dengan besaran sekitar Rp 4 juta per bulan tiap orang. Berdasar catatan Suara Merdeka, total anggaran yang dibutuhkan untuk insentif ini mencapai Rp 10 miliar. 

Adapun bantuan jaminan hidup bagi ODP/PDP dialokasikan sebesar Rp 7,5 miliar dengan perkiraan kebutuhan Rp 165.000 orang per hari. Dari 33 item belanja penanggulangan Covid-19 itu, ada hal yang menjadi sorotan DPRD Sleman yakni pengadaan alat dan bahan penyemprotan disinfektan. 

Pasalnya, 25 instansi di tingkat kabupaten dan kecamatan menganggarkan kegiatan tersebut. Di luar BPBD, instansi yang mengalokasikan banyak anggaran untuk belanja disinfektan adalah Dinas Pariwisata (Dispar), dan Disperindag. Nominalnya di kisaran Rp 500 juta.”Ini perlu menjadi catatan, terutama menyangkut efektivitas penyemprotan. Terlebih di catatan kebutuhan tambahan belanja, kami belum melihat program pemulihan ekonomi,” kata Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta, Rabu (8/4).

Dicontohkan pada ploting anggaran Dispar yang alokasinya hampir Rp 522 juta. Sementara, dari pihak desa wisata sudah banyak yang berinisiatif melakukan penyemprotan menggunakan dana desa atau secara swadaya.Demikian halnya anggaran Disperindag. Pedagang di pasar tradisional justru diminta oleh Pemkab untuk melakukan disinfeksi mandiri. 

Menanggapi hal itu, Pj Sekda Sleman Harda Kiswaya mengakui program penyemprotan di lingkup OPD memang terkesan tidak terorganisir. “Di awal, ada instruksi untuk penyemprotan sehingga semua instansi turun. Nanti akan dicek ulang anggaran penyemprotan, itu kan hitungan kebutuhan awal,”  ungkapnya.


Amelia Hapsari

2 KOMENTAR