Taman Anggrek Kian Warnai Kota Magelang

MAGELANG, SM Network – Kota Magelang kembali memunculkan kampung tematik baru. Kali ini, muncul Taman Anggrek Rukun Ramah Rezeki (3R) di Kampung Tidar Campur, Kelurahan Tidar Selatan. 

Tak kurang dari 50 jenis tanaman anggrek dibudidayakan di kampung ini. Keberadaan taman anggrek ini pun menambah semarak kampung yang berada di ujung selatan Kota Magelang dan berbatasan dengan Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang itu.  

Sebelumnya sudah ada Kampung Warna Warni yang menampilkan desain seni mural di dinding rumah warga. Kemudian wisata budaya, karena di kampung itu masih mempertahankan kearifan lokal seperti Grebeg Tahu, sadranan, dan lain sebagainya.

Taman Anggrek 3R ini pada Selasa (15/9) diresmikan Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito. Menurut Sigit, inisiasi warga Tidar Campur ini patut diapresiasi. Dia berharap, langkah ini dapat menularkan semangat unsur masyarakat lainnya.

“Adanya taman anggrek ini diharap dapat mengangkat marwah Magelang sebagai Kota Sejuta Bunga. Pengunjung dapat menikmati wisata Kota Magelang sembari membeli tanaman sebagai oleh-oleh,” katanya.

Dia menuturkan, perlu kampung lain meniru langkah visioner masyarakat Kampung Tidar Campur ini. Kreativitas serta menjual jasa, adalah slogan masyarakat Kota Magelang, karena tidak adanya sumber daya alam (SDA).

“Semoga ini menjadi inspiratif kampung lain mulai dari RW,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Kegiatan Sugiarto menuturkan, rintisan Taman Anggrek bermula pada 2014 lalu. Awalnya, program ini merupakan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) yang mendapatkan bantuan dan bisa dikembangkan.

Kampung ini, katanya, punya potensi sentra tahu. Maka, saat itu dikembangkan dengan Kampung Wisata Edukasi dan berkembang menjadi Kampung Warna-warni. Kemudian adanya bantuan Pemprov Jawa Tengah, Kampung Tidar Campur mengembangkan Tempat Penampungan Sementara (TPS). 

“Setelah berhasil menghasilkan pupuk dan terbantu adanya Intalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), program itu pun terus berkembang. Mudah-mudahan ini menjadi potensi dan berkah bagi warga Tidar Campur,” jelasnya.

Selain taman anggrek, tempat ini juga difasilitasi dengan jaringan wifi, gazebo, hewan reptil, dan spot swafoto. Di tengah pandemi ini diharapkan lokasi tersebut dapat menjadi tempat belajar siswa yang membutuhkan jaringan internet.

“Kampung ini juga aktif melaksanakan kegiatan sosial dengan membentuk cantelan berbagi di tengah Pandemi Covid-19. Cantelan ini, warga menaruh sayuran di pagar rumah, agar bisa dimanfaatkan warga kurang mampu lainnya. Ini jadi salah satu budaya gotong-royong,” paparnya.

Tinggalkan Balasan