Talikama Desak Larangan Penggunaan Senar untuk Layang-layang

YOGYAKARTA, SM Network – Penggunaan benang jenis senar untuk permainan layang-layang, rentan menimbulkan bahaya. Sudah beberapa kali terjadi kecelakaan bahkan sampai merenggut korban jiwa, akibat tersangkut benang senar yang tajam. Untuk itu, pemerintah diminta untuk bersikap tegas dengan mengeluarkan larangan penggunaan benang senar untuk layang-layang.

“Benang senar memang membahayakan, apalagi yang dibuat lebih tajam atau senar gelasan,” kata Sekjen Perkumpulan Pegiat Layang-layang Nusantara Talikama, Anang Sarjiyanto, Jumat (3/7).Tren penggunaan senar sebagai tali layang-layang mulai masif sejak era tahun 2000-an. Sebelumnya, masyarakat biasa menggunakan benang katun. Namun dengan alasan harga lebih murah dan kekuatan benang tidak mudah putus, penggemar layang-layang cenderung beralih ke jenis senar.Menyikapi hal ini, Perkumpulan Talikama akan mengirimkan surat resmi kepada Pemda DIY agar menerbitkan aturan mengenai industri pembuatan layang-layang.

Pelaku usaha perlu diatur supaya tidak menggunakan senar karena terdapat resiko bahaya.”Ke depan akan dibuatkan wadah bagi penggemar layang-layang kombatan. Beberapa tahun lalu, kami pernah mengadakan lomba yang mensyaratkan pakai benang katun. Semoga langkah semacam ini bisa mengedukasi masyarakat,” ujar Anang.Beberapa hari lalu santer beredar informasi melalui medsos dan poster berisi kegiatan Festival Layang-layang JLS-Layangan Indie di Jalur Lintas Selatan. Kegiatan yang terlaksana pada Sabtu (27/6) malam itu sempat kemacetan dan kerumunan massa hingga akhirnya dibubarkan oleh aparat.

Talikama menegaskan tidak terlibat dengan penyelenggaraan acara tersebut. “Kami justru sedang menggencarkan kampanye safety kiting, khususnya di masa pandemi Covid-19 ini,” ungkap Ketua Talikama, Herdjuno.Dia pun berbagi tips tentang cara bermain layang-layang yang aman. Diantaranya menggunakan sarung tangan, jaga jarak, dan mengenakan masker. Warga juga tidak dianjurkan bermain layangan di lingkungan perumahan, jalan raya, dekat kabel listrik, dan area lapangan udara, terminal, dan stasiun kereta api.


Amelia Hapsari

5 Komentar

  1. Like!! Great article post.Really thank you! Really Cool.

  2. Thanks for fantastic info I was looking for this info for my mission.

  3. These are actually great ideas in concerning blogging.

Tinggalkan Balasan