Takut Banjir Susulan, Korban Banjir di Magelang Minta Dievakuasi

MUNGKID, SM Network – Hujan lebat kembali mengguyur wilayah Kabupaten Magelang, tidak terkecuali kawasan Dusun Semen dan Mudan, Desa Salamkanci, Kecamatan Bandongan. Keadaan tersebut membuat warga setempat merasa ketakutan sebab khawatir banjir dan tanah longsor akan kembali terjadi.

Mereka meminta untuk di evakuasi ke tempat pengungsian yang berada di TPQ dusun Derepan sekitar 1 km dari dusun setempat. “Warga minta di evakjuasi, kita segera melakukan evakuasi karena mereka ketakutan,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto, Senin (2/3) sore.

Petugas BPBD dibantu TNI, Polri dan relawan dengan menggunakan kendaraan mengevakuasi warga. Edi mengaku memahami kekhawatiran warga yang masih mengalami trauma pasca banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (29/2) kemarin. Saat itu, sebanyak 118 jiwa di evakuasi di beberapa titik yang aman.

Ada pula warga yang mengungsi di tempat sanak saudaranya. Saat ini, Senin (2/3) sore sekitar pukul 17.31 sore, pihaknya belum mengetahui berapa jumlah penduduk yang di evakuasi karena masih dilakukan pendataan secara menyeluruh.

“Hujan lebat yang terjadi sore ini dikhawatirkan meluruhkan retakan tanah yang ada di gunung Payung atau daerah atas. Sehingga kami menginstruksikan warga agar dievakuasi, untuk jumlah warga secara keseluruhan masih kita data,” papar Edi.

Menurut Edi, potensi longsor masih ada karena BPBD menemukan ada 7 titik retakan. “Hari ini ESDM sedang melakukan kajian di lapangan,” ujarnya. Sementara itu, kegiatan pembersihan sampah-sampah hutan dan aliran yang dilalui banjir bandang kemarin untuk sementara dihentikan karena hujan deras.

“Giat hari ini sementara dihentikan karena hujan. Sisa penanganan diselesaikan besok, semoga cuaca mendukung agar pekerjaan segera busa diselesaikan,” harap Edi. Sebagian warga terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang telah mengungsi sebelumnya juga masih bertahan di tempat pengungsian di TPA Derepan, Senin (2/3).

Logistik sudah tercukupi, tetapi warga saat ini masih membutuhkan air bersih, sebab sumber air seperti sumur tertutup lumpur. Menurut Sukiyah (75) salah satu pengungsi, dirinya masih kesulitan mendapatkan air bersih. Namun untuk kebutuhan yang lain seperti logistik makan minum, peralatan tidur seperti bantal dan selimut dan obat-obatan semuanya sudah tercukupi.

Sukiyah sendiri mengaku mengungsi bersama warga lain sejak kejadian banjir bandang terjadi pada Sabtu (29/2) malam lalu ke TPA Derepan. Ia mengaku belum pulang sama sekali karena belum diperbolehkan. Pasalnya saat ini kondisi dinilai masih berbahaya, terlebih saat hujan turun.”Saya manut saja karena kedaan memang belum aman, masih sering hujan. Sejak mengungsi sampai sekarang belum melihat rumah lagi,” jelasnya.


Dian Nurlita

Tinggalkan Balasan