SMN/dok - OKOMOTIF: Seorang teknisi tengah mengecek deretan lokomotif yang terparkir di Depo Lokomotif Daop 6 Jogja di Stasiun Tugu Jogja.

YOGYAKARTA, SM Network – Pandemi Covid-19 yang berdampak keluarnya kebijakan larangan mudik oleh pemerintah membuat PT Kereta Api Indonesia membatalkan banyak perjalanan kereta jarak jauhhnya. Efeknya, 14 lokomotif di Daop 6 Jogja diparkir sementara di depo lokomotif mereka yang ada di Stasiun Tugu Jogja.

Kepala Depo Lokomotif Yogyakarta, Teguh Widodo menjelaskan, pihaknya melakukan perawatan rutin terhadap semua lokomotif seiring tidak beroperasinya perjalanan kereta jarak jauh untuk penumpang baik ke arah barat maupun timur. Total ada 31 lokomotif yang menjadi tanggung jawab Depo Yogyakarta.

“Yang sekarang diparkir di sini ada 14 lokomotif,” kata dia, kemarin. Walau tidak dioperasikan, ungkapnya, lokomotif-lokomotif tersebut rutin dihidupkan setiap hari sekitar satu jam. Dengan rutin dihidupkan, pihaknya bisa mengetahui dan mengecek kondisi lokomotif. Jika ada bagian yang kurang optimal, pihaknya akan langsung memperbaikinya.

“Dengan maintenance rutin yang dilakukan, semua lokomotif siap dioperasikan kapan saja,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, hingga saat ini masih ada delapan perjalanan kereta api yang beroperasi di Daop 6 Yogyakarta. Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto mengutarakan, saat ini kereta api yang beroperasi di Daop 6 adalah kereta lokal Prambanan Ekspres (Prameks) dan kereta angkutan barang seperti Pertamina, semen dan paket. Dia mengakui, sepinya perjalanan kereta api dimanfaatkan PT KAI Daop 6 untuk intensif melakukan perbaikan sarana dan prasarana.

“Mumpung lokomotif dan kereta serta kondisi lintas sepi perjalan kereta, kami perbaiki sarana-prasarana kereta api secara menyeluruh,” sambung Eko.

Di sisi lain, Daop 6 juga baru saja membagikan 700 paket sembako kepada masyarakat terdampak pandemi Covid – 19 antara lain pengemudi becak, ojek hingga juri parkir. Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Kepala Daerah Operasi 6 Yogyakarta Eko Purwanto.

“Bantuan sembako ini semata mata sebagai wujud rasa empati kepada masyarakat terdampak Covid-19. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan masyarakat yang karena ada pandemi corona tidak sapat mencari nafkah dan tidak memiliki penghasilan. Kegiatan ini sekaligus sebagai amal di bulan suci Ramadan,” tandas Eko.


Gading Persada

1 KOMENTAR