Tak Benar, Obat Antimalaria Klorokuin Bisa Obati Covid-19

NETIZEN sempat dihebohkan adanya kabar obat antimalaria chloroquine phosphate atau klorokuin fosfat dapat menyembuhkan pasien virus korona. Informasi tersebut bahkan diperkuat dengan riset yang menunjukkan ada “kemanjuran” dalam mengobati COVID-19.

Namun, kabar yang juga beredar dalam pesan suara WhatsApp di Nigeria itu, ternyata tidak benar. Pasalnya, penelitian di jurnal PubMed tersebut masih sebatas hipotesis awal. Risetnya pun masih berlangsung hingga sekarang.

Para ahli juga memperingatkan agar jangan mengkonsumsi obat klorokuin fosfat tanpa resep dokter. Pejabat Inggris telah membuka penyelidikan ke situs web ilegal yang menjual obat malaria itu beralamat coronavirusmedication.co.uk, menyusul investigasi yang dilakukan AFP.

Dalam rekaman suara WhatsApp selama dua menit, seorang pria yang berbicara bahasa Inggris dengan aksen Nigeria merangkum apa yang dia pelajari dari menonton video berbahasa Prancis.

Dia menyebut dokter Prancis dan China “telah menemukan solusi untuk virus corona, dan solusi ini hanya klorokuin kita –klorokuin normal yang biasanya kita gunakan di Afrika untuk menyembuhkan malaria dan demam.”

Dia juga menyebut, dokter merekomendasikan untuk mengonsumsi 500 mg klorokuin fosfat selama delapan hari. Pesan WhatsApp yang ia kirim juga menyematkan gambar satu boks berisi tablet klorokuin fosfat.

Dalam pesannya itu, ia juga menyebut chloroquine telah terbukti sebagai solusi dari virus corona SARS-CoV-2 karena mampu melawan virus yang masih satu keluarga dengan MERS-CoV dan SARS-CoV ini. Ia bahkan mendesak orang-orang untuk bergegas ke apotek manapun dengan alasan bahwa siapapun dapat terpapar virus corona.

Bahkan, dia berani menjamin kalau hanya dengan mengonsumsi 500 mg klorokuin selama delapan hari bakal ampuh melawan infeksi virus corona.

Janet Diaz, kepala perawatan klinis dalam Program Emergensi WHO, sudah membantah klorokuin memiliki bukti untuk menyembuhkan pasien COVID-19. Bantahan ini disampaikan dalam konferensi pers pada 20 Februari 2020 lalu.

“Untuk klorokuin, tidak ada bukti bahwa itu adalah pengobatan (COVID-19) yang efektif saat ini,” katanya, seperti dikutip AFP.

Ia juga menegaskan, bahwa sampai saat ini belum ada vaksin atau obat antivirus spesifik untuk mencegah atau mengobati COVID-19.

Tinggalkan Balasan