Tagline Baru “Ketep Pass Reborn”

MUNGKID, SM Network – Sebagai upaya menggairahkan minat masyarakat untuk berwisata kembali Direktur BPOW Ketep Pass, Mull Budi Santoso, pihaknya berusaha menggencarkan tagline Ketep Pass Reborn.

“Kami sampaikan hal tersebut kepada masyarakat melalui medsos, Komunitas wisata Pesona Magelang, dan tentunya melalui Pers. Agar sektor pariwisata di Kabupaten Magelang kembali bangkit, dengan menerapkan tatanan normal baru,” jelas Mul Budi saat diwawancarai Senin (22/9).

Pihaknya juga telah melakukan pembenahan secara internal terkait tatanan normal baru, itu sudah dilakukan. “Kami juga melakukan pembatasan kuota yakni 50 persen dari kunjungan. Kalau biasanya dikisaran 5000 pengunjung kita di kisaran 2000. Dan dengan sistem open close, kita masih menjaga itu terkait tatanan normal baru,” terangnya.

Seperti yang kita tau BPOW Ketep Pass ini dibawah dinas pariwisata. Namun dengan anggaran yang ada, pihaknya akan memberikan sentuhan-sentuhan baru. Utamanya nanti ada di akhir tahun, yakni pada pintu gerbang masuk Ketep Pass.

“Untuk Gapura dengan ikon gunungan, awalnya ada tiga desain, saat ini sudah dipilih satu desain. Pembangunannya menggunakan anggaran perubahan Rp 200 juta,” kata Mul Budi.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya juga melakukan sejumlah pembenahan terutama pada toilet sebagai sarana prasarana dasar.

“Kita juga akan menggandeng teman-teman UMKM Magelang. Kita akan setting booth-booth mereka, lebih pada kerajinan-kerajinan dan produk mereka. Kita berharap Ketep Pass ini bisa menjadi etalase produk-produk kreatif mereka,” imbuhnya.

Selain itu untuk menjaga tatanan normal baru, pihaknya juga memperkenalkan obyek wisata di sekitar Ketep Pass. “Hari Sabtu dan Minggu kita masih di kisaran 1250 pengunjung. Kita tidak mau egois, kita berbagi dengan objek wisata lain seperti top selfie, greenden, kebun buah stroberi. Tamu kita arahkan ke beberapa destinasi tersebut, selain untuk mengurangi kerumunan tempat parkir kita juga yang sangat terbatas,” papar Mul Budi.

Sebagai upaya menarik minat wiaatawan, ia juga telah menyiapkan berbagai ide menarik yang akan diadakan di Ketep Pass. “Jadi ide atraksi-atraksi untuk menarik wisatawan sudah kita siapkan. Namun di masa pandemi ini kita belum berani melaksanakan itu. Namun dalam waktu dekat bersama dengan dinas pendidikan, kita akan menggelar wayang kulit dan tradisi saparan,” ujarnya.

Terakhir Mul juga memaparkan masalah di Ketep Pass yakni terkait area parkir yang masih kurang. “Ini menjadi permikiran kami bersama dengan leading sektor utamanya dengan desa-desa yang ada di sekitar Ketep Pass,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan