Tagihan Membengkak, PDAM Sleman Bantah Tarif Naik

SLEMAN, SM Network – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sleman membantah soal adanya kenaikan tarif. Mengklarifikasi permasalahan tagihan pelanggan yang membengkak, Direktur Utama PDAM Sleman Dwi Nurwata menjelaskan, hal itu bukan disebabkan peningkatan tarif.

“Jadi selama awal masa pandemi, kami memberikan dispensasi kepada pelanggan sebesar 50 persen. Mulai Agustus ini, rekening tagihan dikembalikan ke posisi normal,” kata Dwi kepada Suara Merdeka, Senin (24/8).

Keringanan 50 persen diberlakukan selama bulan Mei sampai dengan Juli 2020 bagi pelanggan golongan A1 atau tidak mampu. Disamping itu, PDAM Tirta Sembada juga menerapkan kebijakan dispensasi bebas denda dan tidak ada pungutan beban segel. Namun per Agustus ini, semua sudah kembali normal.

“Dua tiga bulan lalu memang ada dispensasi. Sehingga ketika dikembalikan ke tarif normal, kelihatannya naik,” ujarnya.
Namun bagi pelanggan yang merasa keberatan bisa mengajukan dispensasi secara tertulis kepada PDAM. Selama pandemi Covid-19, ada sekitar 6.800 pelanggan yang menikmati dispensasi 50 persen, sedangkan kebijakan bebas denda diperuntukkan seluruh pelanggan.

Saat awal wabah merebak, PDAM juga meminta pelanggan mengirim data meteran lewat pesan singkat. Hal ini lantaran banyak dusun yang melakukan lockdown sehingga petugas tidak bisa masuk untuk mencatat angka meteran.
Dwi mengungkapkan selama pandemi, pendapatan PDAM justru turun meski penggunaan air melonjak karena adanya kebijakan work from home.

“Selama pandemi, pendapatan kami turun sekitar Rp 460 juta sampai Rp 500 juta. Biasanya, rata-rata pendapatan per bulan Rp 3,5 miliar tapi turun jadi Rp 2,9 miliar-Rp 3 miliar, baru bulan ini mulai naik meski tidak signifikan jadi Rp 3,1 miliar,” bebernya.

Sebagaimana diberitakan, sejumlah pelanggan PDAM Sleman mengeluhkan kenaikan pembayaran tagihan di bulan Agustus ini yang mencapai tiga hingga enam kali lipat. Keluhan itu disampaikan saah satunya lewat akun Instagram resmi milik PDAM Tirta Sembada.

“Melonjak sampai tiga kali lipat. Saya cari inforasi, katanya yang tidak mengirim sms atau WA, dikenai biaya tiga bulan terakhir,” keluh pemilik akun nasikebuli_mashamid. Dia pun meminta pihak PDAM menjelaskan tentang kenaikan tagihan tersebut.


Amelia Hapsari

Tinggalkan Balasan