SM/Triyo Handoko - KESEPAKATAN: Plt Kapolres Magelang Kota, AKBP R Fidelis Purna Timoranto bersama Wakil Rektor III Unisbas menunjukan nota kesepakatan yang telah ditandatangani bersama.

MAGELANG, SM Network – Polres Magelang Kota menggandeng Universitas Islam Batik Surakarta (Unibas) guna mengadakan survei eksternal bidang pelayanan publik yang dilakukan Polres Magelang Kota. Kerja sama pun dituangkan dalam nota kesepakatan yang ditandatangani kedua belah pihak, Kamis (4/3).

“Survei ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pelayanan yang sudah dilakukan Polres Magelang Kota selama ini kepada masyarakat,” jelas Plt Kapolres Magelang Kota, AKBP R Fidelis Purna Timoranto.

Dia mengatakan, survei akan dimulai pada minggu kedua Maret. Tujuannya menunjang target Polres Magelang Kota untuk menjadi Wilalayah Birokrasi Bebas dan Melayani (WBBM). “Kita sudah mencapai Wilayah Bebas Korupsi, maka harus bisa naik ke tingkat selanjutnya yaitu WBBM,” katanya.

Menurutnya, diperlukan bantuan dari pihak akademik untuk mengetahui apa saja yang perlu dibenahi untuk mencapai target tersebut. “Harapanya hasil survei nanti bisa memberikan masukan kepada kami tentang apa saja yang perlu diperbaiki, ditingkatkan, dan dipertahankan,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Survei Dr Supami Pawenang menjelaskan, survei tersebut akan melibatkan dua elemen responden. Pertama, pihak eksternal yaitu masyarakat sebagai penerima manfaat pelayanan. Kedua, pihak internal yaitu Polres Magelang Kota sebagai pemberi manfaat pelayanan.

“Melalui dua kelompok responden ini diharapkan mendapat hasil survei yang valid dan terpercaya sesuai kondisi nyata,” jelasnya.

Indikator survei yang digunakan untuk responden masyarakat, antara lain: kenyamanan, kemudahaan, ketepatan, hingga infrastruktur pelayanan Polres Magelang Kota.

“Indikator tersebut akan kami konsultasikan pada Polres Magelang Kota agar hasil yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan evaluasi,” terangnya.

Untuk survei di responden masyarakat, Supami menjelaskan, akan menggunakan dua metode, yaitu offline dan online. Dua metode itu dilakukan untuk menyesuaikan situasi pandemi Covid-19. “Agar tidak menyebabkan penyebaran Covid-19,” sebutnya.

Sementara itu, Unisbas kerap bekerja sama dengan berbagai Polres di beberapa daerah untuk survei serupa sehingga sudah teruji. “Antara lain Polres Wonogiri, Polres Karanganyar, hingga Polres Sragen,” pungkasnya.