Sultan : Bukan Lockdown Tapi Pembatasan Sosial

SM Network – Banyaknya pemudik yang datang ke DIY memunculkan kekhawatiran masyarakat lokal. Banyak diantara warga yang menanggapinya dengan tindakan menutup akses kampung masing-masing.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X tidak mempersoalkan sepanjang tidak benar-benar menutup hingga tidak ada pergerakan sama sekali.  “Yang dilakukan masyarakat di desa-desa itu sebenarnya bukan lockdown. Namun lebih mengacu pada istilah pembatasan sosial,” kata Sultan, kemarin.

Kebijakan itu dipandang untuk pembatasan akses mengingat di desa terdapat banyak akses keluar masuk. Dengan begitu, kontrol terhadap pendatang bisa terdeteksi dengan cepat.

Sultan berharap agar pemudik didata dengan lengkap, termasuk anggota keluarganya. Mereke harus mematuhi protokol dengan membatasi aktivitas di luar rumah. 

“Bukan berarti tidak boleh keluar. Karena kalau mereka merasa kurang sehat tetap harus keluar, periksa di rumah sakit atau puskesmas,” ujar Sultan.

Dia sendiri tidak mempermasalahkan jika ada warga yang ingin pulang kampung. Terlebih, tujuan mudik itu tidak sekedar ingin bertemu sanak saudara saja. Tapi banyak juga yang merupakan korban PHK. Beragam motivasi itu tidak bisa diabaikan oleh Pemda DIY. Namun menurut Sultan, hal yang menjadi persoalan adalah pemudik tidak disiplin sehingga mengakibatkan lonjakan jumlah ODP. Karena itu, Pemda DIY telah mengeluarkan kebijakan bagi pemudik yang dituangkan lewat surat edaran Gubernur.

Beberapa poinnya antara lain mewajibkan pemudik agar melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah sejak hari kedatangan, menggunakan kamar terpisah dengan anggota keluarga lain, selalu mengenakan masker, menerapakan perilaku hidup bersih, dan segera periksa jika mengalami gejala demam, batuk, pilek, dan sesak nafas. 

Masyarakat pun diharuskan untuk melaporkan kedatangan anggota keluarganya kepada aparat desa setempat, dan membatasi interaksi dengan pemudik. Jika mendapati pendatang yang tidak taat, boleh ditegur.


SM Network

Tinggalkan Balasan