Suhu Politik Memanas, Masyarakat Didorong Awasi Pilkada

PURWOREJO, SM Network – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dinilai rawan terjadi pelanggaran dan suhu politik akan lebih memanas. Oleh karena itu, masyarakat didorong untuk ikut berpartisipasi melakukan pengawasan dalam Pilkada serentak 2020 yang juga akan digelar di Kabupaten Purworejo.

Hal itu mengemuka dalam Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Purworejo tahun 2020 yang diselenggarakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Purworejo di Hotel Sanjaya Inn, Selasa (25/8). Acara dengan narasumber anggota Bawaslu Purworejo dan Kanit Reskrim Polres Purworejo tersebut diikuti puluhan peserta yang antara lain terdiri dari Kader Pengawas Partisipatif serta perwakilan siswa SMA dan SMK dari sejumlah sekolah.

Ketua Bawaslu Kabupaten Purworejo, Nur Kholiq, mengungkapkan bahwa proses pengawasan Pilkada tidak mungkin hanya mengandalkan jajaran pengawas karena terbatasnya jumlah personil. Oleh karena itu perlu pelibatan masyarakat, termasuk dari kalangan pelajar, pemilih pemula, dan elemen masyarakat lainnya.

Nur Kholiq menyabut, jumlah pemilih di Kabupaten Purworejo, pada Pemilu 2014 lalu mencapai 614.611 orang, sedangkan pada Pilkada mendatang diperkirakan sekitar 610.000 orang. Para pemilih tersebut akan menggunakan hak pilih di 1.901 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 494 desa dan kelurahan.

“Sehingga kami yang berlima di kabupaten, di kecamatan hanya bertiga, di desa satu orang, masing-masing TPS hanya ada 1 orang (pengawas), tidak mungkin kemudian bisa mengcover melakukan kegiatan pengawasan (secara keseluruhan). Itulah kemudian lahir program Sekolah Kader Pengawasan, Program Pengawasan Partisipatif, dan lain sebagainya,” katanya.

Nur Kholiq juga menambahkan pentingnya Bawaslu menggandeng stakeholder terkait termasuk dari mahasiswa, pelajar, organisasi masyarakat, media, dan lainnya dalam rangka memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengawasan Pemilu. Dengan demikian, diharapkan semua bisa ikut mengawal, memastikan bahwa tahapan Pilkada dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

”Bukan hanya sesuai dengan aturan dalam aspek tata kelola kepemiluan, tapi juga mematuhi protokol kesehatan sebagai satu syarat Pilkada (yang tahapannya sempat ditunda) untuk bisa dilanjutkan kembali,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam paparannya, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Purworejo, Anik Ratnawati, antara lain menyampaikan bagaimana masyarakat bisa turut berpartisipasi dalam mengawasi Pilkada 2020. Menurutnya, Pilkada harus diawasi dan harus ada partisipasi dari masyarakat karena proses penyelenggaraan pemilihan rawan terjadi pelanggaran.

Selain itu, dalam pelaksanaan Pilkada suhu politik akan lebih memanas, karena semuan pasangan calon (paslon) berada dekat dengan masyarakat pemilih, penyelenggara, serta tim sukses. “Selain itu, (jumlah) penyelenggara Pemilu maupun Pengawas terbatas, juga pendidikan politik yang masih jauh dari harapan,” tuturnya.

Anik menambahkan, masyarakat dapat ikut berpartisipasi melakukan pengawasan dalam berbagai tahapan, seperti tahap pemutakhiran data pemilih, tahapan pencalonan, dan masa kampanye. Selain itu juga turut mengawasi netralitas ASN, TNI, Polri, kepala serta perangkat desa, maupun penyelenggara dan pengawas Pemilu.


Panuju Triangga

5 Komentar

  1. Like!! I blog frequently and I really thank you for your content. The article has truly peaked my interest.

  2. Good one! Interesting article over here. It’s pretty worth enough for me.

  3. I used to be able to find good info from your blog posts.

  4. 681737 522488Sorry for the huge review, but Im really loving the new Zune, and hope this, as properly as the outstanding reviews some other people have written, will aid you decide if its the best choice for you. 800718

Tinggalkan Balasan