SM/Triyo Handoko - PEMBELAJARAN ONLINE: Suasana pembelajaran jarak jauh yang dilakukan guru SMP N 2 Magelang di Ruang Guru, Jumat (5/3)

MAGELANG, SM Network – Sudah melakukan vaksinasi tahap pertama, para guru berharap bisa segera melaksanakan pembelajaran tatap muka. Apalagi kini pembelajaran jarak jauh sudah berjalan setahun.

“Paling tidak pembelajaran tatap muka dilakukan secara terbatas, jika tidak bisa dilakukan secara penuh,” kata Joko Adi Sulistyo, guru olahraga SMP N 3 Magelang, Jumat (5/3).

Joko merasa pembelajaran jarak jauh tidak efektif dilakukan jika berlangsung lama. “Karena bagaimana pun kita perlu melakukan sesi tatap muka untuk memastikan ketepatan pemahaman siswa,” kata Joko yang sudah disuntik vaksin bersama 30 guru lain di SMP N 3 Magelang, Rabu (3/3).

Selain pemahaman siswa terhadap pembelajaran, Joko menyebutkan pendidikan karakter tidak bisa diajarkan melalui pembelajaran jarak jauh. Akibatnya kedisiplinan dan ketertiban siswa dalam pembelajaran tidak terjaga.

“Banyak siswa tidak mengikuti pembelajaran jarak jauh karena berbagai alasan, tugas yang diberikan pun banyak tidak dikerjakan,” ungkapnya.

Harapan dimulainya pembelajaran tatap muka juga diamini Kepala Sekolah SMP N 2 Magelang Agung Siswanto. “Kami sudah siapkan model pembelajaran tatap muka di masa pandemi dengan tetap mengutamakan sektor kesehatan,” tuturnya.

Model yang Agung rancang untuk pembelajaran tatap muka tetap membatasi jumlah siswa. “Rencanaya tiap hari sekolah hanya didatangi sepertiga siswa, sehingga pembelajaran dilakukan secara giliran,” jelasnya.

Pembelajaran tatap muka, katanya, juga bisa dilakukan hanya jika mendapat ijin dari orang tua siswa. “Selain itu kami juga menunggu Dinas Pendidikan, bagaimana pun kami tetap mengikuti apa pun instruksi Dinas Pendidikan,” terang Agung.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Agus Sujito sedang mempertimbanagkan aspirasi para tenaga pendidik itu. “Vaksinasi juga sudah dilakukan secara bertahap, tahap pertama ini melibatkan 30 guru untuk setiap sekolah,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, dari Kementerian Pendidikan sudah menyampaikan rencana pembelajaran tatap muka akan dilakukan pada tahun ajaran baru 2021/2020, Juli mendatang. Melalui rencana itu, pihaknya perlu mempersiapkan diri untuk pembelajaran tatap muka, seperti simulasi atau lainnya.

“Persiapan yang sudah dilakukan selama ini adalah dengan mengadakan rapat kordinasi dengan para Kepala Sekolah. Kami serap aspirasi mereka, sambil menyiapkan rambu-rambu pembelajaran tatap muka,” imbuhnya.