Stok Masker Disejumlah Apotek Wonosobo Kosong

WONOSOBO, SM Network – Infeksi virus corona yang merebak sejak beberapa bulan lalu berdampak pada tingginya permintaan masker di berbagai daerah di indonesia. Pasokan Masker semakin menipis setelah Pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan dua warga Indonesia positif terjangkit penyakit mematikan itu.

Dari pantuan Suara Merdeka disejumlah apotek yang ada di Wonosobo, Selasa (3/3), stok masker di sejumlah apotek telah kosong sejak beberapa waktu lalu. Pengelola apotek K24 di Jl. Veteran Kecamatan Wonosobo, Melia Sari Dewi mengatakan, stok masker sudah kosong sejak bulan Januari lalu. Tingginya permintaan masker menurutnya membuat pasokan masker dari distributor sudah ludes terjual.

“Kita sudah tidak ada stok dari bulan Januari. Kalau kata distributor sudah habis Karena banyak yang memesan. Kita kan pake distributor resmi, selain distributor resmi biasanya ya ada orang yang memanfaatkan momen dengan membeli banyak masker terus ditimbun. Harganya pun biasanya mahal dan tidak wajar,” jelasnya.

Selain masker, Melia menyebutkan, sabun pembersih tangan atau yang biasa disebut Hand sanitizer kini stoknya juga kosong. Untuk hand sanitizer sudah tidak ada stok semenjak Pemerintah mengumumkan terdapat dua warga Indonesia yangf terkena virus corona.

“Sekarang baik masker atau hand sanitizer sudah kosong stoknya. Padahal banyak masyarakat yang mencari, entah untuk kebutuhan biasa atau karena takut virus corona. Sebelumnya sudah jarang yang mencari masker, sejak ada kabar kemarin itu jadi banyak lagi yang mencari masker,” terangnya.

Kekosongan stok masker juga ditemukan di apotek Ar-rayyan di Kecamatan Leksono. Petugas Apotek setempat, Desiana mengatakan, penjualan masker meningkat pesat karena banyak yang masyarakat yang mencari. Minimnya stok masker juga dirasakan Desiana sudah semenjak beberapa bulan yang lalu.

“Kemarin kita masih punya stok masker tapi Cuma sedikit. Sekarang sudah ludes habis. Sejak ada berita warga Indonesia kena virus korona itu jadi banyak yang mencari masker, penjualan juga meningkat pesat,” ujarnya.

Desiana menambahkan, semua jenis masker yang ada di apoteknya kini sudah habis, hanya tersisa masker dengan bahan dasar kain. Menurutnya, masker kain juga akan banyak di cari masyarakat mengingat jenis masker yang biasa dipake kini sudah tidak ada lagi.


Adib Annas M

Tinggalkan Balasan