Stok Gula Cukup Hingga Usai Lebaran

SLEMAN, SM Network -Ketersediaan gula di gudang Bulog Divisi Regional (Divre) DIY saat ini tersisa kurang lebih 300 ton. Stok tersebut diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga usai lebaran. “Stok di gudang aman. Beberapa waktu lalu, kami mendapat pasokan 720 ton gula dan sudah terdistribusi 375 ton. Masih separo, itu cukup untuk keperluan lebaran,” kata Kepala Bulog DIY Juhaeni disela pantauan di Gudang Bulog Purwomartani, Sleman, Senin (18/5).

Sepekan terakhir, pihaknya intens menggelar operasi pasar di beberapa kecamatan. Untuk mewujudkan social distancing di tengah pandemi Covid-19, operasi pasar dilakukan melalui kerjasama dengan Rumah Pangan Kita (RPK). Namun demikian, diakui upaya tersebut belum mampu menekan harga hingga mendekati eceran tertinggi yakni Rp 12.500/kg. Harga komoditi gula di pasaran masih cukup tinggi, berkisar Rp 16.000-Rp 17.000/kg.

“Mudah-mudahan setelah lebaran, DIY dapat lagi tambahan pasokan gula. Informasinya sekitar 1.000 ton yang akan dikirimkan,” kata Juhaeni.

Dia menyebut, tidak mudah untuk langsung menurunkan harga gula sampai mendekati HET. Selain kendala stok yang minim, panenan juga belum tersedia. Diperkirakan, PT Perkebunan Nusantara sudah mulai berproduksi pada Juni mendatang. Sebelumnya, pemerintah telah melakukan impor raw sugar sebanyak 29.750 ton kemudian didistribusikan ke daerah. Distribusi tahap pertama lebih difokuskan ke wilayah luar Jawa dimana harga gula menembus level Rp 20.000/kg.

Terkait cadangan beras, Juhaeni mengatakan jumlahnya juga masih mencukupi. Angka stok lebih dari 20.000 ton. Melimpahnya stok beras ini tidak lepas dari faktor masa panen yang biasanya mencapai maksimal di bulan April, Mei, dan Juni.
“Sekarang panen cukup lumayan. Stok beras memadai, dan harga relatif stabil,” katanya.


Amelia Hapsari

Tinggalkan Balasan