Stigma Negatif Hantui “Alumni” Penyintas Covid-19

MAGELANG, SM Network – Pemkot Magelang berencana membentuk tim khusus yang bertugas mengedukasi masyarakat sekaligus memberi pendampingan kepada para “alumni” pasien Covid-19. Hal ini tak lepas dari masih adanya stigma negatif terhadap penyintas Covid-19, sehingga mereka tidak bisa beraktivitas normal di lingkungannya.

Sekda Kota Magelang, Joko Budiyono mengatakan, selain menyelesaikan masalah pandemi, juga mengatasi persoalan psikologis para penyintas Covid-19. Sebab, jika kondisi psikis penyintas terganggu, imunitasnya juga akan terpengaruh.

Menurutnya, memang ada asumsi di masyarakat bahwa, pasien Covid-19 yang sembuh masih membawa dan menularkan virus tersebut. Resistansi itu terjadi karena minimnya pengetahuan tentang Covid-19.

“Memang ada asumsi dan persepsi penyintas Covid-19 yang telah mendapatkan surat sehat dari Puskesmas ini masih dapat menularkan virus lagi ke orang lain. Padahal tidak, justru imunitasnya penyintas lebih tinggi,” ujarnya, Senin (16/11).

Dikatakannya, stigma yang salah ini harus diluruskan. Menurutnya, justru yang lebih berisiko menularkan adalah berkontak dengan orang-orang luar daerah dari zona merah dan tidak menerapkan protokol kesehatan 3M (mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun).

“Kalau pemerintah sudah mengeluarkan surat sembuh ini, otomatis yang bersangkutan sudah sehat dan bisa beraktivitas normal kembali. Yang mengeluarkan surat itu dokter ahli dan kita harus yakini itu,” katanya.

Untuk mencegah stigma negatif ini berkembang, pihaknya berencana membuat forum komunikasi antara mantan pasien, dinas kesehatan, dan lainnya. Tujuannya, memberikan penjelasan dan edukasi bahwa pasien yang dinyatakan sembuh boleh beraktivitas kembali.

“Jangan sampai, penyintas Covid-19 yang sudah rela diisolasi, sudah berjuang untuk kesembuhannya, justru mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Saya harap, masyarakat dan siapa pun bersama-sama menghilangkan stigma miring terhadap mantan pasien Covid-19 itu,” tandasnya.

Ia menilai, dengan strategi ini diyakini stigma negatif kepada para penyintas Covid-19 bisa dicegah. Pihaknya tak ingin, alumni penderita corona terbebani dengan masalah piskis ketika kembali ke lingkungannya.

“Kami khawatir kalau tidak ada pemahaman edukasi tentang Covid-19 ini, masyarakat akan berstigma negatif terhadap pasien Covid-19 yang sudah sembuh. Padahal, mereka yang sudah sembuh sebenarnya punya kekebalan yang lebih dibandingkan dengan yang tidak tertular,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, dr Majid Rohmawanto menegaskan, proses pendampingan kepada alumni penyintas Covid-19 di Kota Magelang sebenarnya sudah dilakukan dengan melibatkan petugas Puskesmas. Meski sifatnya masih sederhana dan belum begitu masif.

“Sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat soal stigma negatif ini. Kami harap, masyarakat bisa terbuka, dan menanyakan kepada ahlinya tentang Covid-19 ini,” ujarnya yang menyebutkan, pasien yang sembuh di wilayahnya kini berjumlah 254 orang.

Tinggalkan Balasan