Sosialisasi Pemadam Kebakaran, Disabilitas Netra Harus Bisa Menyelamatkan Diri

Hujan rintik-rintik yang mengguyur halaman depan Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra “Penganthi” Temanggung, tak menyurutkan langkah seratusan penyandang disabilitas netra untuk mengikuti sosialisasi dan simulasi pemadaman kebakaran dari Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran. Pambayun Seto Asmoro (25), berjalan tertatih-tatih dengan gerakan tangannya meraba-raba setiap bagian komponen armada pemadam kebaran.

Sesekali sepatunya terkena cipratan genangan air dari hujan yang sudah sejak sore hari tak berhenti. Namun rasa penasaran membuat Seto begitu sapaan akrab pemuda asal Wonosobo ini giat mengikuti sosialisasi terkait pemadam kebakaran yang baru pertama kali diadakan di panthi tempatnya direhablitasi. Dia adalah satu dari sekitar seratus penerima manfaat di instansi milik Kementerian Sosial ini.

Bagi para penyandang disabilitas netra ataupun yang menderita low vision (pandangan mata terbatas), mengetahui peralatan pemadam kebaran sampai mengenali tanda-tanda kebaran hingga bagaimana mereka harus bisa menyelamatkan diri sangat penting. Hak mereka sama dengan orang non difabel, meski ada cara khusus.

“Baru kali ini ada pelatihan kepada kami (disabilitas netra), kami jadi tahu walau punya keterbatasan bagaimana caranya menanggulangi api. Kalau ada kebakaran kita diminta tidak panik, paling tidak bisa menyelamatkan diri,”ujarnya Kamis (5/3).

Kepada para difabel ini juga diberikan materi bagaimana bunyi tanda jika ada kebakaran di sebuah gedung, lalu karena tidak bisa melihat mereka disuruh meraba satu persatu peralatan pemadam kebaran, seperti apar, selang, dan nozle. Tak hanya itu, kepada mereka dikenalkan juga baju khusus untuk petugas pemadam kebakaran.

Kasi Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Temanggung, Rama Adhitia Cahya, mengatakan memang penyandang tunanetra tidak diwajibkan melakukan pemadaman api saat kebakaran. Sebaliknya mereka disarankan lebih baik menyelamatkan diri dari bencana kebakaran.

“Meskipun apinya masih kecil, para penyandang disabilitas netra ini tidak diperkenankan untuk memadamkan api. Mereka harus segera menyelamatkan diri dan menjauh dari api, maka kami beri pengetahuan cara memahami rambu-rambu atau sirine kebakaran, menanyakan jalur evakuasi dan yang lainnya,”katanya.

Kendati demkian, pada penyandang disabilitas yang masih bisa melihat sedikit (low vision), tetap diajarkan bagaimana cara pemadaman api yang sesuai prosedur sehingga tidak membahayakan mereka. Rama menuturkan sosialisasi pemadaman kebakaran kepada penyandang disabilitas netra ini berbeda dengan sosialisasi pada masyarakat biasa.

Dibutuhkan banyak alat peraga untuk mengenalkan alat-alat pemadam kebakaran. Kepala Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra Penganthi Temanggung Purwadi mengatakan sosialisasi pemadaman kebakaran ini memang sengaja dilakukan, dengan harapan para penerima manfaat ini bisa mengetahui bagaimana cara yang benar dalam memadamkan api dan bagaimana cara menyelamatkan diri saat terjadi kebakaran.


Raditia Yoni Ariya

1 Komentar

  1. 152076 321625hello, your website is really great. We do appreciate your give very good outcomes 543632

Tinggalkan Balasan