SOP Desa Wisata Di Sleman Dievaluasi

SLEMAN, SM Network – Pasca insiden susur Sungai Sempor, standar operasional prosedur (SOP) desa wisata di Kabupaten Sleman dievaluasi. Berdasar hasil kesepakatan bersama para pengelola desa wisata, Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman memutuskan perlu adanya poin yang lebih terperinci.

“Kami masih konsultasi dengan pihak yang lebih paham mengenai kegiatan outing di air. Pada pertemuan berikutnya akan mengundang Basarnas,” kata Kabid Pengembangan SDM dan Usaha Pariwisata Dispar Sleman Nyoman Rai Savitri, Kamis (12/3).

Materi yang perlu lebih dirinci semisal penyusunan program, cara melayani tamu, dan sarpras keselamatan. Setelah semua poin tertuang, SOP itu akan disahkan oleh masing-masing pengelola desa wisata.

“Tidak bisa dari dinas yang mengesahkan karena kondisi tiap desa wisata berbeda-beda. Kami hanya bisa arahkan agar disiapkan SOP yang lebih sistematis,” ucapnya.Ke depan, aturan mengenai pengelolaan desa wisata bakal diperketat.

Semisal, ketika ada tamu datang harus laporan, menyiapkan jalur evakuasi, dan meningkatkan koordinasi dengan pengelola desa wisata sekitar. Disamping itu, tiap kali kegiatan harus dipastikan ada pihak yang bertanggung jawab.

Diketahui, kegiatan susur Sungai Sempor yang mengakibatkan 10 siswi SMPN 1 Turi meninggal, dilakukan tanpa seizin pengelola desa wisata setempat. Lokasi tersebut biasanya memang digunakan untuk kegiatan outbond. Mengantisipasi kejadian serupa terulang, Kepala Dispar Sleman Sudarningsih menegaskan, semua pihak yang menggunakan fasilitas di desa wisata harus lapor dan seizin pengelola.

“Warga juga harus peduli, kalau perlu ditegur. Jika tetap ngeyel, masyarakat boleh menghentikan kegiatan tersebut jika memang tidak ada izinnya,” tandas Ning.


Amelia Hapsari


Tinggalkan Balasan