Solat Ied Boleh Diadakan di Masjid Bebas Covid-19

SLEMAN, SM Network – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman menegaskan, solat Idul Adha 1441 Hijriah boleh dilaksanakan di masjid atau musola yang telah mengantongi surat bebas Covid-19. Namun demikian, penyelenggaraan ibadah tetap harus memperhatikan protokol kesehatan seperti jaga jarak antar jamaah, dan tidak berlama-lama.

“Surat berkenaan sosialisasi pelaksanaan ibadah Idul Adha sudah disampaikan kepada seluruh kepala KUA sejak tanggal 1 Juli silam. Prinsipnya harus mempedomani aturan yang sudah ada seperti SE Menteri Agama Nomer 15, 18, dan 31 Tahun 2020, dan SE Bupati,” terang Kasi Bimas Islam Kemenag Sleman Jaenudin, Senin (27/7).

Sampai saat ini sudah ada lebih dari 600 masjid yang memiliki surat keterangan bebas Covid-19 dari gugus tugas kecamatan masing-masing, sedangkan musola baru ada tiga. Sementara, tempat ibadah yang mengantongi surat dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman ada sebanyak 12.

Diantaranya Masjid Istiqomah Polres Sleman, Masjid Agung Soediro Hoesodo, Masjid Qolbun Salim Baitul Khidmat, Masjid Sulthoni Wotgaleh, Masjid Asy-Syifa RSUP Dr Sardjito, dan Masjid Al-Mujahidin UNY. Lainnya adalah Masjid Al-Muttaqin MMTC, GKJ Sarimulyo, GKI Adisucipto, Masjid UIN Sunan Kalijaga, Ponpes Sunan Pandanaran, dan Gereja Santa Lidwina Bedog.

Pada pelaksanaan solat Ied nanti, jamaah diminta untuk membawa alat ibadah sendiri-sendiri. Imam dan khotib juga sudah dipesan agar tidak berlama-lama. “Solat Ied di masa pandemi ini sudah dilakukan saat Idul Fitri lalu. Hanya saja waktu itu belum ada pembukaan tempat ibadah, dan sekarang sudah ada kelonggaran kendati tetap harus menerapkan protokol kesehatan,” urai Jaenudin.

Umat Islam sebenarnya boleh melaksanakan solat Ied di rumah masing-masing. Anak-anak dan lansia bahkan dianjurkan untuk menjalankan ibadah di rumah, mengingat kondisinya yang rentan tertular penyakit. Takmir Masjid Agung Wahidin Soediro Hoesodo Sleman Agaerul mengatakan, waktu penyelenggaraan ibadah Solat Idul Adha akan dipersingkat. Khotbah maksimal hanya 10 menit, dan waktu solat lima menit. “Jumlah jamaah diperkirakan 1.000 orang. Pastinya diberlakukan protokol pencegahan Covid-19,” ujarnya.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Masjid Agung akan dijadikan lokasi penyembelihan hewan kurban dari masyarakat yang tinggal di sekitar area masjid. Informasi sementara, jumlah hewan kurban dari masyarakat Padukuhan Beran Lor, Desa Tridadi sebanyak 9 ekor sapi.


Amelia Hapsari

3 Komentar

  1. Like!! I blog quite often and I genuinely thank you for your information. The article has truly peaked my interest.

  2. I used to be able to find good info from your blog posts.

Tinggalkan Balasan