SMAN 7 Purworejo Sukses Tampilkan Kesenian Tradisional


PURWOREJO, SM Network – SMAN 7 Purworejo sukses menampilkan kesenian tradisional Jawa pada acara pagelaran seni Gendhing Setu Legi. Acara tersebut digelar secara virtual di pendopo agung Kabupaten Purworejo pada Sabtu malam (30/1).

Kepala Sekolah SMAN 7 Purworejo Niken Wahyuni menjelaskan pagelaran seni Gending Setu Legi merupakan acara rutin yang digelar pada tiap hari pasaran Sabtu legi di pendopo agung Kabupaten Purworejo. “Acara kali ini digelar secara virtual melalui channel youtube Dinkominfo Purworejo dan Gendhing Setu Legi” imbuhnya.

Dia menyampaikan acara tersebut digelar untuk melestarikan budaya jawa dengan pentas karawitan dan tari klasik. Penyaji dalam acara tersebut diisi oleh komunitas kesenian tradisional yang ada di Purworejo secara bergiliran tiap bulannya. “Kali ini SMAN 7 Purworejo yang mendapat giliran untuk berkesempatan menjadi penyaji dalam acara Gendhing Setu Legi kali ini” tambahnya.

Dia mengatakan Kesenian tradisional Jawa yang ditampilkan SMAN 7 Purworejo dalam acara tersebut adalah seni tari, karawitan dan geguritan. Dalam pagelaran kali ini grup karawitan Ngesti Budaya SMAN 7 Purworejo membawakan gending lancaran ayo ngguyu, gangsaran, ladrang ubaya, kembang kapas, ladrang dirgahayu, ketawang pocung, ayak ayak dan sampak pl nyamat. Untuk seni tari SMAN 7 Purworejo memiliki sanggar tari Candra Kanthi yang akan membawakan tari golek ayun-ayun pada acara Gendhing Setu Legi.

“Acara dibuka dengan gendhing lancaran ayo ngguyu dan dilanjutkan dengan gendhing-gendhing lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan tari golek ayun-ayun, setelah itu ada gendhing lagi, lalu dilanjutkan dengan geguritan. Acara ditutup dengan wedhar kawruh yang bertemakan Potensi Kawasan Heritage” imbuhnya.

Untuk latihan, Niken menambahkan, dilakukan selama dua bulan pada setiap hari Jumat dan dilatih oleh para guru seni yang ada di SMAN 7 Purworejo. Protokol kesehatan juga selalu dijalankan dengan ketat baik selama latihan maupun pada saat pagelaran. “Yang utama adalah selalu memakai masker mencuci tangan dan menjaga jarak pada setiap aktivitas” imbuhnya.

Menurutnya acara Gendhing Setu Legi merupakan sarana untuk mengenalkan dan membangkitkan kembali minat anak milenial terhadap kesenian tradisional Jawa agar kesenian tradisional memiliki generasi penerus dan tetap lestari.

Gendhing Setu Legi

Achmad Fajar Chalik salah satu penggagas Gendhing Setu Legi bersama Stephanus Aan Isa dan Melania Sinaring Putri mengatakan, acara ini bertujuan untuk mengenalkan dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya Jawa yang sudah mulai pudar di era milenial.

Selain itu acara ini juga sebagai fasilitas terhadap eksistensi kelompok kesenian lokal Purworejo dan sebagai branding daerah. Dia menyampaikan acara ini pertama diselenggarakan pada 2 November 2019. Sebelum pandemi Covid-19 acara tersebut diselenggarakan untuk umum dengan konsep para penonton yang hadir mengenakan pakaian adat Jawa lengkap.

“Setelah ada pandemi Covid-19 acara digelar secara nirtembayan/tanpa penonton dan ditayangkan melalui streaming youtube bekerjasama dengan Dinkominfo Purworejo” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan