Sleman Wacanakan Pembatasan Jarak Antar Pedagang

SLEMAN, SM Network – Kasus Covid-19 di Kabupaten Sleman tercatat sebagai angka yang paling tinggi se-DIY. Dari 115 temuan kasus positif di DIY per Minggu (3/5), 48 pasien diantaranya adalah warga Sleman.Berdasar data Gugus Covid-19 Sleman, 14 pasien positif masih menjalani perawatan.

Adapun, jumlah pasien yang telah sembuh mencapai 30 orang, dan empat meninggal dunia. Meski tingkat kesembuhan telah jauh melampaui angka kasus pasien yang meninggal, langkah untuk mempercepat pemutusan mata rantai penularan Covid-19 terus dilakukan.Upaya ini tidak hanya dilaksanakan oleh jawatan Dinas Kesehatan, namun lintas sektoral.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) misalnya. Sebagai instansi yang bertanggung jawab atas pengelolaan pasar, Disperindag Sleman telah meminta kepada para pedagang untuk menerapkan protokol kesehatan. Diantaranya dengan selalu mengenakan masker, rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan dibasuh air yang mengalir, serta melakukan penyemprotan desinfektan secara mandiri.

Disperindag Sleman juga sedang mempertimbangkan untuk memberlakukan pengaturan jarak antar pedagang.Konsep ini mengadopsi pasar-pasar yang ada di Myanmar, dan Pasar Salatiga Jawa Tengah. “Konsepnya bagus. Kami juga sedang mendiskusikan hal tersebut,” kata Kepala Disperindag Sleman Mae Rusmi kepada Suara Merdeka, Senin (4/5).

Namun menurut dia, ada beberapa hal yang harus diperhitungkan dengan matang sebelum menerapkan kebijakan pengaturan jarak. Mengingat, jumlah pedagang dalam suatu pasar banyak sehingga dibutuhkan lahan yang cukup luas.Sementara ini, upaya protokol kesehatan dipandang sudah cukup efektif untuk mencegah penularan Covid-19.

Namun dengan catatan, para pedagang dan pengunjung serta komunitas mematuhi protokol tersebut.”Ditambah dengan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing, dan selalu menjaga jarak aman. Saya rasa itu sudah cukup efektif,” tukasnya.Upaya pencegahan Covid-19 di lingkungan pasar juga dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman.

Kepala Dishub Sleman Mardiyana mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 1.000 masker dan hand sanitizer untuk dibagikan kepada juru parkir termasuk yang bertugas di area parkir.”Pembagiannya akan kami lakukan secara bertahap. Saya harap, para jukir selalu memakai masker dan hand sanitizer saat bekerja,” katanya.


Amelia Hapsari

4 Komentar

  1. 67913 387035This website is my inhalation, really wonderful layout and Perfect written content. 442154

  2. 178685 596957Some really marvelous function on behalf with the owner of this internet web site , dead wonderful topic matter. 244593

  3. 1728 63187Yay google is my king aided me to uncover this outstanding site! . 549482

  4. 145924 953218You must join in a contest first with the greatest blogs on the web. I will recommend this internet internet site! 565737

Tinggalkan Balasan