ilustrasi

SLEMAN, SM Network – Pemkab Sleman telah menyiapkan lahan pemakaman untuk pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Lokasi yang dipilih berada di Desa Madurejo, Kecamatan Prambanan seluas 7 hektare.Penyiapan lokasi ini untuk antisipasi apabila terjadi penolakan warga tempat pasien bermula bermukim. 

Sekda Sleman Harda Kiswaya mengatakan, segala kemungkinan termasuk kasus penolakan pemakaman jenazah pasien Covid-19 harus disiapkan sejak awal. “Ini untuk antisipasi saja, semoga tidak perlu digunakan. Pemkab bersama dengan aparat kecamatan dan desa akan terus bahu-membahu mengedukasi masyarakat,” katanya, Sabtu (4/4).

Tempat pemakaman pasien corona di Desa Madurejo, letaknya relatif jauh dari pemukiman penduduk. Lahan yang tersedia pun masih cukup luas. Selain menyiapkan lokasi, petugas pemakaman juga telah diberi bimbingan teknis tentang tata cara mengebumikan orang yang terinfeksi virus corona.Petugas juga telah dibekali alat pelindung diri (APD).  

“Lokasi pemakaman TPU Madurejo sementara ini dikhususkan bagi penduduk Sleman yang meninggal dengan status positif maupun terduga corona,” katanya.Proses penanganan jenazah harus sesuai dengan protokol pemulasaran yang berlaku. Semisal, jenazah tidak boleh dibalsem, harus dibungkus dengan plastik yang tidak tembus air kemudian dimasukkan ke kantong mayat. Baru setelahnya ditempatkan di dalam peti kayu.

Proses persemayaman dan pemakaman jenazah dilakukan maksimal 4 jam setelah dinyatakan meninggal. Dengan adanya penjelasan mengenai prosedur tersebut, di berharap masyarakat dapat menerima jika ada jenazah pasien Covid-19 yang akan dimakamkan pada tempat pemakaman umum di wilayahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menjelaskan, perlakuan terhadap jenazah pasien Covid-19 berbeda dengan kasus virus anthraks, yang mengharuskan dikubur dengan lapisan dinding semen.

“Kalau pasien Covid-19, begitu pasien meninggal, virus juga mati. Seharusnya sudah tidak menjadi kekhawatiran apabila menjalankan prosedur pemulasaran dan pemakaman jenazah yang telah ditetapkan,” tukasnya.


Amelia Hapsari

4 KOMENTAR