Sleman Siapkan 5.000 Swab Massal

SLEMAN, SM Network – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman menargetkan swab massal terhadap 5.000 orang. Sesuai saran dari akademisi UGM, sasaran prioritas swab terdiri dari empat kriteria meliputi tenaga kesehatan (nakes), tempat pendidikan berasrama, tempat rawan kerumunan seperti pasar, tempat pelayanan publik, destinasi wisata dan sasana olahraga, serta pelaku perjalanan.

“Jumlah penduduk Sleman kurang lebih 1,1 juta jiwa, dan ditargetkan satu per seribu akan dites,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo, Senin (27/7). Swab massal sudah berlangsung sejak Juni dengan sasaran nakes. Sampai saat ini telah dilaksanakan terhadap 2.000 nakes sehingga masih ada sisa 3.000 kuota.

Joko menambahkan, pelaksanaan swab semula ditargetkan 1.000 orang per minggu dan diperhitungkan rampung pada bulan Juli. Namun karena kendala over kapasitas laboratorium, setiap minggu hanya dilakukan 500 swab. Konsekuensinya, swab massal diperhitungkan baru akan selesai pada akhir Agustus.

Di DIY sendiri ada enam laboratorium untuk pemeriksaan swab yaitu Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, RSUP Sardjito, Balai Besar Veteriner Wates, RS Hardjolukito, dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY.

“Lima lab angkat tangan karena terlampau penuh, yang masih bisa menerima hanya UMY. Kapasitas pemeriksaannya per hari sekitar 60-100 spesimen,” terang Joko.

Untuk swab massal di pondok pesantren, rencananya mulai dilaksanakan Rabu (29/7) besok. Diawali di lokasi Ponpes Sunan Pandanaran Ngaglik yang merepresentasikan wilayah Sleman tengah, kemudian disusul pondok di Kecamatan Moyudan dan Berbah pada pekan berikutnya.

“Tempat pendidikan berasrama tidak bisa diambil semua. Jadi akan disampling, sementara di tiga ponpes yang mewakili wilayah Sleman timur, tengah, dan barat,” imbuhnya. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman Novita Krisnaeni menambahkan, swab massal akan dilakukan terhadap ustad mengingat kebanyakan pengajar di ponpes berasal dari luar DIY.

“Paling tidak, pengajar sudah terdeteksi lebih dulu. Kalau untuk santri, aturan kedatangannya sama dengan calon mahasiswa yakni yang berasal dari zona merah harus membawa surat bebas Covid-19,” jelasnya.


Amelia Hapsari

8 Komentar

  1. Like!! Really appreciate you sharing this blog post.Really thank you! Keep writing.

  2. I like this website very much, Its a very nice office to read and incur information.

  3. 548695 960950Hello, Neat post. Theres an problem together along with your website in internet explorer, might check this? IE nonetheless is the marketplace leader and a huge component to folks will omit your wonderful writing because of this difficulty. 360072

  4. 876212 527135Empathetic for your monstrous inspect, in addition Im just seriously great as an alternative to Zune, and consequently optimism them, together with the very very good critical reviews some other players have documented, will let you determine whether it does not take right choice for you. 24802

  5. 394885 83068These kinds of Search marketing boxes normally realistic, healthy and balanced as a result receive just about every customer service necessary for some product. Link Building Services 174033

Tinggalkan Balasan