SM/Dananjoyo - suaramerdeka.com

SLEMAN, SM Network- Kepolisian Daerah (Polda) DIY melakukan penyelidikan terkait kejadian ratusan siswa SMPN 1 Turi Sleman yang hanyut saat melakukan kegiatan kepramukaan susur sungai di Sungai Sempor, Sleman.

Tujuh orang siswa menjadi korban meninggal dunia sementara empat lainnya hingga saat ini masih dalam proses pencarian.”Tentu akan kami lakukan pemeriksaan siapa yg harus bertanggung jawab akan peristiwa ini,” tutur Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto, Sabtu (22/2) pagi.

Penyelidikan pun sudah mulai berjalan. Menurutnya, pemeriksaan terhadap aturan-aturan dalam kegiatan Pramuka yang beresiko juga sedang didalami pihak penyidik.”Sehingga nantinya penyidik bisa menentukan para pihak yang akan bertanggung jawab,” papar dia.Sementara itu jelang tengah malam, (21/2), sekitar pukul 22.30, kepolisian menyambangi rumah duka salah seorang korban hanyut dalam kegiatan susur Sungai Sempor.

Diwakili Kapolsek Turi, AKP Catur Widodo dan para Bhabinkamtibas kedatangan itu untuk menyampaikan rasa duka mendalam sekaligus menyerahkan santunan kepada keluarga korban.Dalam kesempatan itu keluarga korban menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polri atas rasa empati untuk keluarga korban.

Terpisah, Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Danang Samsurizal menjelaskan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan korban terus dilakukan. Semalam, operasi difokuskan pada pemantauan dimana memang tidak direkomendasikan penyisiran atau penyelaman dengan pertimbangan keamanan dan keselamatan.

Adapun titik pemantauan di Dam Matras, Dam Bubrah, Dam Lengkong, Dam Polowidi, Dam Watu Gajah, Dam Gawar dan Tempuran Bedog.”Operasi pencarian dan penyelamatan tetap berlanjut hingga tengah malam, hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan banyaknya SDM yang membantu,” sambung Danang.

Harapannya, kata dia, masih bisa mencari lagi korban yang bisa bertahan hidup di antara derasnya arus sungai yang telah menghanyutkan ratusan siswa tersebut.”Berdasarkan daftar hadir siswa dan konfirmasi dari siswa maupun wali, masih ada 4 orang masih dalam pencarian. Besar harapan keluarga dan masyarakat agar korban dapat ditemukan,” tandasnya.


Gading Persada