SM/Supriyanto - BERIKAN PENGHARGAAN: Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Stikes Muhammadiyah Gombong dokter H Fatah Widodo SpM menyerahkan penghargaan kepada empat dosen yang meraih gelar doktor.

GOMBONG, SM Network – Empat dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Gombong, Kebumen berhasil meraih gelar doktor. Dua doktor lulus program doktoral dari dalam negeri dan dua dosen lulusan dari universitas di luar negeri. Dosen Program Studi (Prodi) Keperawatan Cahyu Septiwi MKep SpKep MB PhD dan dosen Prodi Kebidanan Wulan Rahmadhani SST MMR Dr PH meraih gelar doktor dari Khon Kaen University (KKU) Thailand.

Kemudian Dr Basirun MKes yang pernah menjabat sebagai Ketua Stikes Muhammadiyah Gombong meraih gelar doktor dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Sementara Ketua Stikes Muhammadiyah Gombong Dr Hj Herniyatun MKep SpMat lulus doktor dari Universitas Indonesia (UI).  Hj Herniyatun mulai dari S1, S2 hingga S3 merupakan lulusan UI Jakarta. Atas prestasi yang diraih, keempat dosen yang meraih gelar doktor tersebut dianugerahi penghargaan.

Penghargaan diberikan oleh Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Stikes Muhammadiyah Gombong dokter H Fatah Widodo SpM di kampus setempat, Sabtu (8/8/2020). Dalam acara itu, turut hadir secara daring Sekretaris Jenderal PP Muhammadiyah Prof Dr H Abdul Mu’ti MEd, Ketua PW Muhammadiyah  Jateng Drs H Tafsir MAg, Ketua PD Muhammadiyah Kebumen HM Abduh Hisyam SAg. Acara dihadiri anggota BPH Stikes Muhammadiyah Gombong dan jajaran civitas akademika. Prof Dr Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi terhadap pencapaian para dosen Stikes Gombong. Empat dosen yang meraih gelar doktor bisa menjadi modal untuk meningkatkan pelayanan pendidikan kepada masyarakat. 

“Juga perubahan menjadi Universitas Muhammadiyah Gombong dapat segera terealisasi,” ujar Prof Abdul Mu’ti saat memberikan tausiyah melalui aplikasi Zoom. Dalam kesempatan itu, guru besar dalam bidang ilmu Pendidikan Agama Islam dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut berbagi pengalamannya saat menyelesaikan program doktornya. “Harus pandai membagi waktu. Kita diberikan alokasi waktu yang sama yakni 24 jam sehari. Bagaimana kita mampu membagi waktu untuk menyelesaikan amanah yang diberikan,” ujarnya seraya menekankan agar memaksimalkan ikhtiar seraya berdoa.

Persyarikatan Muhammadiyah merupakan ormas terbanyak yang memiliki perguruan di Indonesia yakni 166 perguruan tinggi. Bahkan untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) Aisyiyah memiliki 23.000 TK ABA dan dua TK ABA di Mesi dan Malaysia. Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Stikes Muhammadiyah Gombong dokter H Fatah Widodo SpM mengaku bangga atas capaian empat dosen yang meraih gelar doktor. Dia berharap hal itu menjadi motivasi kepada para dosen yang lain agar segera menyusul.

“Tentu empat doktor ini sangat mendukung proses perubahan bentuk sekolah tinggi menjadi universitas. Diharapkan Universitas Muhammadiyah Gombong bisa sejajar dengan universitas lain dan bisa membuka program Pascasarjana,” ujar dokter Fatah Widodo.

Buka Prodi Baru

Dokter Fatah Widodo yang merupakan salah satu pendiri kampus tersebut menambahkan bahwa di era sekarang ini, kampus tidak lagi menomorsatukan bangunan. Tidak perlu ngoyo apalagi sampai berhutang. “Apalagi di masa depan, perkuliahan tidak hanya bisa dilakukan di kampus tetapi sudah memanfaatkan teknologi informasi,” ujar Fatah Widodo.

Menurut dia, keinginan menjadi universitas sudah lama. Kampus yang sudah berusia 26 tahun itu sudah banyak berinvestasi di sumberdaya manusia. Hanya saja, perubahan itu sempat tertunda lantaran adanya moratorium yang baru kembali dibuka saat ini. Nantinya Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah (STTM) Kebumen akan bergabung dengan Stikes Muhammadiyah Gombong.

Penggabungan ini sesuai program pemerintah agar perguruan tinggi di Indoensia tidak terlalu banyak. Selain progam studi yang ada di Stikes yakni Prodi DIII/S1 Kebidanan, DIII dan S1 Keperawatan, S1 Farmasi ditambah Prodi STTM yakni Teknik Industri. Nanti rencananya akan dibuka prodi-prodi baru Ilmu sosial seperti Bisnis Digital, Pariwisata, Administrasi Rumah Sakit dan Informasi Medik.

“Sampai saat ini persiapan sudah cukup. Minggu depan dijadwalkan presentasi ke Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Jateng untuk mendapatkan rekomendasi,” ujarnya seraya berharap tahun depan sudah mendapatkan ijin dan menerima mahasiswa baru.


Supriyanto

5 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here