Shelter Gemawang Difungsikan Jika Kapasitas Asrama Haji Capai 80 Persen

SLEMAN, SM Network – Pemerintah Kabupaten Sleman telah menyiapkan fasilitas darurat Covid-19 kedua di rusunawa Gemawang. Sebelumnya, Sleman sudah memiliki Asrama Haji Yogyakarta sebagai shelter pasien Covid-19 kategori asimptomatik atau tanpa gejala.

Namun karena belakangan tren kasusnya meningkat dengan dominasi pasien asimptomatik, Pemkab mengambil ancang-ancang untuk menambah fasilitas darurat. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengungkapkan, rencana aktivasi rusunawa Gemawang sebagai shelter masih dimatangkan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Ini sedang dimatangkan soalnya kan menyangkut banyak aspek, semisal SDM dokter dan perawat serta kebutuhan logistik,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (22/9).

Lantas, kapan shelter Gemawang diaktivasi? Joko menjelaskan, rusunawa yang terletak di Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati itu akan difungsikan ketika kapasitas Asrama Haji dirasa sudah hampir penuh. “Yang jelas, kalau kapasitas Asrama Haji sudah terpakai 80 persen, harus segera disiapkan cadangannya,” tukasnya.

Jika dihitung, dengan angka kapasitas 138 kamar, maka aktivasi shelter Gemawang dilakukan jika penghuni Asrama Haji sudah mencapai setidaknya 110 orang. Sementara hingga Selasa (22/9) sore, jumlah pasien asimptomatik yang diisolasi di Asrama Haji dilaporkan sebanyak 91 orang.

Terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan, shelter Gemawang memiliki kapasitas 76 kamar. Masing-masing berisi dua tempat tidur karena konsepnya memang untuk keluarga.

“Kita sedang siapkan anggaran, dan logistik dapur umum bagi penghuni nantinya,” kata Makwan.

Namun saat ditanya jumlah dana yang dibutuhkan untuk pengadaan shelter, dia enggan menyebutkan nominalnya. “Kita cuma menggeser-geser (anggaran) sesuai kebutuhan. Tidak banyak kok, masuknya di APBD Perubahan,” ucapnya.

Makwan menegaskan, shelter Gemawang siap digunakan dalam waktu dekat bahkan kurang dari seminggu. Sehingga, jika kapasitas Asrama Haji sudah mencapai 80-90 persen, rusunawa bisa langsung digunakan.

Tinggalkan Balasan