SM/Adib Annas Maulana - Badarudin Kepala Desa Talunombo Kecamatan Sapuran.

WONOSOBO, SM Network – Kepala Desa (Kades) Talunombo Kecamatan Sapuran Badarudin kembali menjadi perbincangan masyarakat Wonosobo. Setelah viral usai menyumbangkan gajinya selama satu bulan untuk penanganan Covid-19 di desanya, kini Badarudin kembali viral lantaran videonya yang mengatakan akan memberikan lahan pribadinya untuk untuk pemakaman jenazah pasien virus Corona.

Saat dikonfirmasi Senin (13/4) Badarudin mengatakan, hal itu ia lakukan lantaran prihatin mendengar adanya penolakan jenazah pasien Covid-19 di beberapa daerah. Untuk itu dirinya bersedia memberikan lahan pribadinya untuk digunakan pemerintah apabila ada pasien Covid-19 meninggal di Wonosobo.

Lebih lanjut Badarudin mengatakan, lahan pribadinya dengan luas 1.785 meter tersebut biasanya ia gunakan untuk menanam berbagai macam sayuran. “Biasanya saya tanami berbagai macam sayuran, tapi jika ada pasien Covid-19 yang meninggal saya mengijinkan di makamkan disini. Saya hanya prihatin saja melihat kondisi saat ini seperti itu, bayangkan saja jika keluarga kita sendiri yang seperti itu. Apalagi tenaga medis yang berjuang untuk penanganan corona,”tandasnya.

Badarudin menjelaskan, tanah tersebut berada di Desa Talunombo dan hanya terdapat tiga rumah warga di sekitarnya. Jalur masuknya sekitar 50 meter dari desa dan melewati jalan setapak. Sampai kini menurut Badarudin, warga desa juga memahami dan menerima apabila ada jenazah yang di makamkan ditempat tersebut.

Namun dirinya juga tetap berkoordinasi dengan warga desa apabila ada jenazah yang akan di makamkan ditempat tersebut, supaya tidak ada perselisihan yang terjadi. Langkah tersebut ia lakukan juga untuk memberi semangat untuk tenaga medis yang berjuang menghadapi pandemic itu. Menurutnya, permasalah Covid-19 sudah menjadi tanggung jawab bersama.

“Ini merupakan tanggung jawab bersama, saya tidak setuju apabila ada penolakan seperti itu. Tapi juga kurang bijak apabila ada penolakan terus warga dimasukan kedalam penjara. Penolakan tersebut tak lain karena kurangnya sosialisai dari pemerintah sehingga kejadian seperti itu bisa terjadi,” tegasnya.


Adib Annas M