Seribu Lebih Pasangan Cerai, Seksi Bimas Islam Gencarkan Bimwil

KEBUMEN, SM Network – Seribu lebih pasangan cerai dan talak di Kebumen menimbulkan keperihatinan. Berdasarkan data nikah, talak, cerai dan rujuk (NTCR) 2020 di Kabupaten Kebumen pada 2020, terdapat 1.009 pasangan cerai / talak.

Terkait tingginya angka perceraian tersebut, Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag Kebumen gencar menggelar bimbingan perkawinan (Bimwin) kepada para calon pengantin. Seperti saat Bimwil yang kembali digelar di Hotel Candisari, Kecamatan Karanganyar, Jumat (19/3).

Kepala Seksi (Kasi) Bimas Islam Kantor Kemenag Kabupaten Kebumen Salim Wazdy mengakui gencarnya Bimwil. “Bahkan bulan ini dilaksanakan dua angkatan. Setiap angkatan terdiri 20 pasang calon pengantin yang akan mengkuti kegiatan tersebut selama dua hari. Dan tahun 2021 Insya Allah akan kami laksanakan Bimwin sebanyak 23 angkatan,” ungkapnya.

Dijelaskan Salim Wazdi, hal yang melatarbelakangi masih dilaksanakannya Bimwin di Kemenag karena masih banyak kasus perceraian di Kabupaten Kebumen. Di mana data talak /cerai sebanyak 1.009 peristiwa. Adapun peristiwa nikah dengan mengacu data NTCR sebanyak 10.763 peristiwa.

“Artinya masih terdapat kasus perceraian sebanyak 9,37% pada tahun 2020,” jelasnya. Salam lantas menyebut penyebab perceraian bermacam- macam. Ada yang disebabkan faktor ekonomi, faktor orang tua yang terlalu ikut campur urusan keluarga anaknya, perbedaan prinsip, kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan dan bahkan ada juga disebabkan faktor seksual.

“Untuk itu kami laksanakan kegiatan Bimwin ini agar nantinya calon pengantin mendapatkan bekal yang cukup dalam menghadapi beberapa permasalahan yang kemungkinan akan ditemui setiap pasangan dalam berumah tangga. Harapannya bisa terwujud keluarga yang sakinah dan terhindar dari perceraian,” imbuh Salim.

Sementara itu Kepala Kantor Kemenag Kebumen H Panut SPd MM saat memberikan materi menyampaikan pentingnya dalam berumah tangga mengimplementasikan ajaran agama dengan baik dan benar. “Ciptakan suasana ketaatan dalam menjalankan ajaran agama pada setiap keluarga,” tutur Panut.

Ia juga memberikan beberapa tips menarik dan nasihat kepada calon pengantin peserta Bimwin agar terbentuk keluarga sakinah. Menurut Panut, yang pertama adalah kenali calon pasangannmu terlebih dahulu sebelum memilihnya menjadi pasangan.

“Pastikan pasangan yang akan dinikahi adalah pasangan terbaik dan terakhir,”pesannya. Selain itu, lanjut Panut, salah satu cara untuk mewujudkan keluarga yang sakinah adalah keterbukaan. Keterbukaan dan mengutamakan tabayun sangat dianjurkan dalam sebuah keluarga, terlebih dengan perkembangan teknologi informasi seperti sekarang.

Tips selanjutnya menurut Panut terkait manajemen ekonomi dalam berumah tangga adalah pentingya seorang manajer dan perencanaan yang matang. Perencanaan atau target akan lebih memotivasi dan mengarahkan kehidupan dalam berumah tangga.

Selain itu, dalam berumahtangga harus ada yang bertugas menjadi manajer dalam hal pengelolaan keuangan. Istri harus bisa menerima dan ikhlas atas nafkah yang diberikan suami dan bisa mengelolanya dengan baik. “Jangan beli sesuatu atas dasar keinginan, tapi hendaknya karena kebutuhan,” ujar Panut.