Serahkan Naskah Proyek, Bupati Percaya Penuh ke Satgas TMMD

KULONPROGO, SM Network – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo percaya secara penuh pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-107 yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) TMMD dibawah komando Kodim 0731/Kulon Progo. Program yang dahulunya bernama ABRI Masuk Desa ini berlangsung sejak awal pekan ini (16/3) dan berakhir 14 April mendatang hampir sebulan penuh.

“Saya beri kepercayaan penuh akan pelaksanaan TMMD yang diselenggarakan di Kapanewon Girimulyo kepada Dandim Kulonprogo selaku Komandan Satgas (Dansatgas). Apalagi dihadapkan dengan kondisi dan situasi yang sedang beredar di luar ini salah satunya peredaran virus korona,” kata Bupati Kulon Progo Sutejdo, kemarin.

Sebagai bentuk kepercayaan, mewakili pemerintah kabupaten sebagai kepala daerah, Sutedjo memandantangani dan menyerahkan naskah proyek TMMD Reguler ke-107 tahun 2020 yang tahun ini berlokasi di Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo. Penandatangan dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kulon Progo (17/3) dan diserahkan kepada Komandan Kodim (Dandim) 0731/Kulon Progo Letkol Inf Dodit Susanto.

Penandatanganan dan Penyerahan Naskah Proyek disaksikan H. Ponimin selaku Wakil Ketua DPRD Kulon Progo, Sudarmanto sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kulon Progo, serta Pasiter Kodim 0731 Kapten Inf Triyono.

“Kami percaya dan memang sudah terbukti hasilnya bahwa adanya TMMD sangat membantu pemerintah setempat dalam mempercepat proses pembangunan,” tegas Sutedjo.

Sementara itu Dandim 0731 Letkol Inf Dodit Susanto mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Pemkab serta jajarannya dan juga pihak lain kepada Kodim Kulon Progo untuk melaksanakan TMMD.

“Kepercayaan ini tentu tidak boleh disia-siakan. Maka saya minta ke teman-teman di lapangan untuk bekerja sungguh-sungguh agar sasaran fisik dan nonfisik bisa terselesaikan sesuai waktu yang sudah ditentukan. Apalagi banyak sasaran fisik yang kami lakukan ditambah TMMD kali ini dibayangi pula adanya virus korona. Tapi tidak masalah, ini justru jadi tantangan kami,” sambung Dodit yang juga Dansatgas TMMD itu.

Lebih lanjut Dodit menyebutkan, untuk sasaran fisik antara lain seperti pengecoran dan pengeblokan jalan di Pedukuhan Prangkokkan sejauh 1.065 meter, lalu kegiatan yang sama di Pedukuhan Wonosari dengan panjang 950 meter. Kemudian pembuatan jembatan Prangkokkan, gorong-gorong, pembutan lima unit talud, renovasi rumah, dan pembuatan saluran air bersih.

“Belum lagi sejumlah program nonfisik lainnya yang lebih pada penyuluhan untuk masyarakat sekitar,” tandas dia.


Gading Persada

Tinggalkan Balasan