Serah Terima Secara Daring, 2.000 Lebih Mahasiswa Baru Diterima di Untidar

MAGELANG, SM Network – Sebanyak 2.000 lebih mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021 secara resmi menjadi bagian dari Universitas Tidar (Untidar). Hal ini ditandai dengan upacara serah terima mahasiswa baru secara daring (dalam jaringan), mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19.

Bertempat di ruang multimedia Untidar, Sabtu (29/8), prosesi serah terima mahasiswa baru dimulai dengan sidang senat terbuka yang dipimpin Rektor Untidar, Prof Ir Mukh Arifin PhD. Turut mengikuti segenap wakil rektor dan dekan fakultas se-Untidar serta tamu undangan.

Adapun mahasiswa baru yang datang dari seluruh Indonesia semua mengikuti prosesi ini melalui aplikasi zoom meeting. Satu sistem baru yang diterapkan mengingat masih dalam masa darurat Covid-19 dan menjadi pengalaman berbeda bagi segenap mahasiswa baru.

Rektor Untidar, Prof Ir Mukh Arifin PhD mengatakan, sejak menjadi perguruan tinggi negeri (PTN), jumlah mahasiswa Untidar terus meningkat tajam. Pada sekitar tahun 2015, jumlah mahasiswa baru ada sekitar 2.700. “Namun, di tahun 2020 ini jumlahnya sudah sekitar 7.000 mahasiswa. Efek yang luar biasa dari perubahan status dari swasta menjadi negeri ini. Tentu ini patut kita syukuri bersama sekaligus menjadi tantangan ke depan,” ujarnya dalam sambutannya.

Dia menuturkan, mahasiswa baru yang diterima sebanyak 2.032 orang. Mereka diterima melalui jalur penerimaan SMPTN, SBMPTN/UTBK, dan Seleksi Mandiri. Seleksi mandiri sendiri terdiri dari tes tulis (SMUT) dan berbasis prestasi. “Hari ini kita terima mereka secara sah menjadi bagian dari Untidar. Selanjutnya kami serahkan ke fakultas masing-masing untuk mengikuti proses pengenalan kampus yang diadakan secara virtual. Untuk semester pertama ini pun, perkuliahan mereka masih secara virtual,” katanya.

PTN, kata Prof Arifin, merupakan dambaan setiap calon mahasiswa. Mereka memiliki kesempatan yang sama untuk diterima, namun merekalah yang lolos seleksi yang akhirnya bisa diterima di Untidar. “Rasio jumlah pendaftar dan yang diterima adalah 1:5, artinya 1 orang yang diterima itu menyingkirkan 4 orang lainnya. Sehingga, mahasiswa baru ini menjadi orang beruntung yang akhirnya masuk Untidar,” jelasnya.

Dia mengutarakan, para mahasiswa baru ini memiliki kesempatan untuk mengembangkan kecerdasan sosial bermasyarakat dan bernegara. Hal ini mengingat, kepekaan sosial pada akhir-akhir ini menjadi bahan langka. “Di era digital dan media sosial yang berkembang pesat, justru kepekaan sosial menjadi rendah. Maka, mahasiswa baru yang datang dari berbagai latar belakang nanti akan berkecimpung di dalam masyarakat. Sehingga, kepekaan sosialnya akan diasah dan kita harus saling toleransi,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Agus Sujito yang membacakan sambutan tertulis Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito mengaku, apresiasi terhadap pelaksanaan serah terima mahasiswa baru yang dilakukan secara daring ini.

“Saya pernah menimba ilmu di Untidar, yang kemudian diberi amanah memimpin Kota Magelang. Apa yang telah saya capai dalam memimpin Magelang ini semoga menjadi inspirasi mahasiswa baru untuk mengikuti jejaknya. Tentu dengan proses dan ujian yang akan dilalui nanti,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan