Sepekan PPKM, Pemkot Magelang Tambah Capaian Pemeriksaan Specimen PCR

MAGELANG, SM Network – Sepekan pelaksanaan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat), Pemkot Magelang menambah capaian pemeriksaan specimen PCR. Selama seminggu pertama masa PPKM ini dilakukan tes sebanyak 839 spesimen PCR, atau 705 % dari target.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Joko Budiyono mengatakan, kebijakan ini merupakan keseriusan pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 yang lebih massif. Disebutkan, angka positif rate dari pemeriksaan tersebut adalah 21 % atau lebih rendah dibanding pada minggu puncak sekitar awal Desember 2020 yang mencapai positif rate 65% dari jumlah test.

“Kami prihatin karena temuan kasus positif pada seminggu pertama masa PPKM belum mengalami penurunan. Namun, kami tetap optimis kebijakan PPKM dapat mengurangi angka penyebaran Covid-19 di Kota Magelang,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan PPKM Kota Magelang yang dilaksanakan di Aula Adipura Kencana, Selasa (19/1).

Dia menjelaskan, upaya ini membutuhkan kerjasama dan komitmen dari seluruh stakeholder. PPKM ini harus dijalankan dengan konsisten. Pihaknya pun akan pastikan lagi bahwa, PPKM ini benar-benar ditaati masyarakat di semua lapisan, dan semua sektor.

“Saya meminta para petugas di lapangan lebih serius dalam menegakkan peraturan yang sudah ditetapkan. Karena kebijakan sudah ditetapkan, tinggal bagaimana para petugas menertibkan masyarakat sesuai peraturan,” tegasnya.

Seperti diketahui, selama masa PPKM Pemkot Magelang membatasi mobilisasi ASN di lingkungan Pemkot Magelang dengan penerapan Work From Home (WFH) sebesar 75% dan Work From Office (WFO) sebesar 25%, serta pemberlakuan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat. Pelaksanaan kegiatan konstruksi juga hanya boleh dilaksanakan 100% asalkan sesuai dengan prokes.

Kemudian penyelenggaraan perdagangan umum, tidak ada pembatasan jam operasional di pasar-pasar tradisional. Jam operasional tetap seperti biasa, namun dengan pengetaan prokes.

Akses keluar masuk pasar dibatasi untuk mempermudah pengawasan prokes bagi pengunjung pasar, disamping pelaksanakan sosialisasi prokes secara terus menerus dengan menggunakan pengeras suara yang ada di pasar.

Pembatasan jam operasional untuk PKL dan toko modern juga dilakukan. Untuk PKL dan angkringan diperbolehkan buka sampai pukul 22.00 WIB, disertai pembatasan tempat duduk pengunjung. Sementara jam tutup toko modern atau toko swalayan pukul 19.00 WIB.

Tidak hanya itu, para pimpinan pengelola daya tarik wisata dan usaha jasa pariwisata di Kota Magelang bahkan diminta untuk menutup sementara usahanya selama masa PPKM.

Meskipun tidak ada pemberlakuan jam malam di Kota Magelang, namun operasi yustisia untuk memantau pelaksanaan PPKM dan penegakan prokes gencar dilaksanakan, antara lain sosialisasi prokes kepada pengguna jalan raya melalui announcer ATCS,

“Kita juga memberikan imbauan langsung kepada para petugas parkir dan masyarakat agar lebih mematuhi protokol kesehatan, serta melakukan penyemprotan disinfektan bagi kendaraan wajib uji yang melaksanakan uji kendaraan,” jelasnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Magelang, Yis Romadon menambahkan, pelaksanaan PPKM di Kota Magelang memang belum memberikan hasil yang diharapkan. Kasus positif covid di Kota Tidar masih menunjukkan resiko sedang, dan belum menunjukkan resiko rendah.

Data per 18 Januari 2021, akumulasi kasus konfirmasi positif covid berada di angka 1.544, dengan jumlah yang sudah sembuh adalah 1.214 orang, dan terdapat 48 orang dirawat.

“Meski begitu, terjadi peningkatan skor indikator epidemiologi pada minggu pertama PPKM, dari semula 1,75 (zona merah), menjadi 1,93 (zona oranye),” tuturnya seraya menyebutkan, zonasi kelurahan pada minggu pertama masa PPKM, rata-rata resiko sedang, kecuali Kramat Selatan yang resiko tinggi. Sedangkan kelurahan resiko rendah hanya Gelangan.

Tinggalkan Balasan