SM/dok - BAHAN KAMPANYE: Ketua KPU Kota Magelang, Basmar P Amron didampingi Ketua Bawaslu Kota Magelang, Endang Sri Rahayu menyerahkan APK dan Bahan Kampanye kepada tim kampanye kedua paslon dalam rapat koordinasi.

MAGELANG, SM Network – Kedua pasangan calon (paslon) dalam pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang tahun 2020 sepakat dana kampanye yang akan digunakan nanti maksimal senilai Rp 6.039.754.880. Disepakati pula debat publik dilaksanakan sebanyak tiga kali selama dua bulan nanti.

Kesepakatan ini terjadi saat digelar rapat koordinasi pembahasan kesepakatan pembatasan dana kampanye, mekanisme debat publik, dan penyampaian alat peraga kampanye serta bahan kampanye di kantor KPU Kota Magelang, Sabtu (26/9). Komisioner KPU Kota Magelang, Bambang Sarwodiono mengatakan, rapat koordinasi dipimpin Ketua KPU, Basmar P Amron. Turut hadir Ketua Bawaslu Kota Magelang Endang Sri Rahayu, Paslon, tim kampanye, penghubung (LO), dan perwakilan gabungan partai pengusul.

“Dalam rapat, kita sepakati besaran maksimal dana kampanye yang digunakan. Angka yang muncul ini sudah berdasarkan rumusan yang ada di PKPU 12 tahun 2020 dan standar biaya umum (SBU) Kota Magelang,” ujarnya dalam keterangan persnya, Senin (28/9).

Dia menuturkan, pembatasan dana kampanye ini bertujuan agar kedua paslon dan partai politik tidak berkampanye secara berlebihan. Disepakati pula dalam setiap kampanye selalu memerhatikan protokol kesehatan, utamanya yang tatap muka dengan warga.

“Kita sama-sama saling mengerti di masa pandemi Covid-19 ini, keselamatan dan kesehatan bersama adalah hal yang utama. Jangan sampai terjadi klaster Pilkada, maka protokol kesehatan harus diperhatikan betul,” katanya.

Dalam rapat ini, kata Bambang, disepakati pula pelaksanaan debat publik, yakni sebanyak tiga kali dalam dua bulan. Pada bulan Oktober 2020 dilaksanakan sebanyak satu kali, sedangkan di bulan November 2020 dilaksanakan sebanyak dua kali. Dalam PKPU No 13/2020, debat publik atau debat terbuka antara paslon digelar oleh KPU. Dalam debat publik hanya dihadiri paslon, dua orang perwakilan Bawaslu, empat orang tim kampanye paslon, dan 5 orang anggota KPU dengan wajib menerapkan protokol kesehatan.

“PKPU sudah menegaskan, kita wajib mematuhi ketentuan mengenai status penanganan Covid-19. Diatur pula bahwa, materi debat publik berupa visi-misi paslon dan terpenting lagi memuat materi kebijakan dan strategi penanganan, pencegahan, dan pengendalian Covid-19,” jelasnya.

Bambang menambahkan, pada rapat ini KPU menyerahkan alat peraga kampanye (APK) berupa baliho, umbul-umbul, dan spanduk. Begitu juga bahan kampanye berupa brosur, poster, selebaran, dan pamflet.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here