Seorang Residivis Edarkan Narkoba Menggunakan Bungkus Permen

MAGELANG, SM Network – Aparat Polres Magelang Kota menangkap dua residivis kasus narkoba dengan modus menggunakan bungkus permen dalam mengedarkan narkoba kepada konsumen. Keduanya kini terancam hukuman paling lama dua puluh tahun penjara.


Kedua tersangka adalah Supanggat (43) warga Kelurahan Magersari dan Mochamad Zaenal Arifin alias Kambing (30) juga warga Kelurahan Magersari. Keduanya ditangkap Sat Res Narkoba di kediaman masing-masing pada 8 Januari lalu. Kapolres Magelang Kota, AKBP Idham Mahdi mengatakan, pada Selasa (7/1) sore pihaknya mendapat informasi ada seorang laki-laki bernama Supanggat sering memperjualbelikan narkotika jenis sabu. Supanggat ini sendiri merupakan residivis kasus serupa, beberapa tahun lalu.


“Lalu kami mendapat info kalau pelaku ada di rumahnya keesokan harinya. Langsung tim menuju kediamannya dan mengamankan pelaku yang sedang berdua dengan tetangganya, Mochamad Zaenal Arifin,” ujarnya dalam gelar perkara di kantornya.


Dia menuturkan, tim melakukan penggeledahan di tubuh Supanggat dan Arifin serta rumahnya masing-masing. Lalu ditemukan barang bukti sejumlah paket yang diduga narkotika jenis sabu dan barang bukti lain yang terkait.


“Barang bukti kami amankan untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Termasuk kedua tersangka kita amankan dan diperiksa lebih lanjut,” katanya didampingi Kasat Narkoba, AKP Prasetyo dan Kasubag Humas, AKP Sugiyanto.


Idham menyebutkan, barang bukti narkoba yang diamankan antara lain 18 paket bungkus permen Relaxa berisi sabu seberat 0,5 gram per paket. Lalu 2 paket permen KIS berisi sabu 0,5 gr per paket, 1 paket plastik klip berisi sabu seberat 4,37 gram, dan 3 paket plastik klip kecil berisi sabu seberat 0,45 gram/paket. Adapun dari penggeledahan terhadap Arifin ditemukan barang bukti 10 paket isolasi hitam berisi sabu seberat 1 gr/paket. 


“Modus peredaran narkoba terus berkembang. Kali ini, dua pelaku memanfaatkan bungkus permen sebagai media peredarannya. Paket sabu yang dimasukan ke bungkus permen selanjutnya dikirimkan ke pemesan dengan alamat dan waktu yang telah disepakati sebelumnya,” jelasnya.


Modus ini, kata Idham, dipakai pelaku untuk mengelabui petugas. Dari keterangan tersangka, modus ini baru kali ini dilakukan. Tapi sayang, sebelum berhasil sudah ditangkap dulu oleh aparat penegak hukum.


“Awalnya saya dapat barang ini pesan ke seseorang. Lalu saya buat per paket dengan bungkus permen dan mau dikirim ke pemakai,” ungkap Supanggat yang mengaku terjerat narkoba ini karena terdesak ekonomi.


Asef Amani

1 Komentar

  1. 392678 106423This post contains excellent original thinking. The informational content material here proves that items arent so black and white. I feel smarter from just reading this. 692861

Tinggalkan Balasan