ILUSTRASI

PURWOREJO, SM Network – Seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang meninggal dunia pada tahun 2018 silam akibat kecelakaan kerja, mendapat kenaikan pangkat anumerta dari Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo. Keluarga yang ditinggalkan juga mendapat santunan sebesar Rp 300.951.200, yang diberikan melalui beberapa tahap.

Penetapan tersebut, dibacakan langsung oleh Bupati Purworejo Agus Bastian, di Ruang Bagelen Setda, Rabu (29/04/2020). Acara tersebut dihadiri oleh keluarga penerima pangkat anumerta, Wakil Bupati Yuli Hastuti, Kepala BKD drg Nancy Megawanti, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Sukmo Widhi Harwanto, serta Kabag Humas Setda Rita Purnama.

Dalam sambutanya Bastian mengatakan, memberikan pangkat kepada PNS atas nama Alm Sumiyati (48), yang sebelumnya bertugas sebagai guru kelas di SD Negeri Luwenglor Kecamatan Pituruh. Almarhum tewas dalam kecelakaan lalu-lintas saat hendak melakukan konsultasi lapor bulan Juli ke Pelayanan Pendidikan Kecamatan Pituruh, Juli 2018.

“Pemerintah memberikan apresiasi yang tinggi kepada pengabdian Almarhumah Ibu Sumiyati. Semoga kenaikan pangkat anumerta ini dapat menjadi tanda jasa bagi beliau,” katanya.

Suami sekaligus wakil dari keluarga Alm Sumiyati, Ahmad Kodrat, menyampaikan terimakasih atas diberikanya kenaikan pangkat anumerta kepada Almarhumah istrinya. Kendati demikian, Ia mengaku masih merasa kehilangan sosok istri yang selama ini telah mendampinginya.

“Saya mengucapkan terimakasih, dan minta didoakan supaya almarhumah (istrinya) diberikan tempat terbaik disisinya,” katanya.

Sementara itu Kepala BKD Purworejo, drg Nancy Megawanti, mengatakan, pemberian kenaikan pangkat kepada Alm Sumiyati ini melalui proses yang panjang lantaran proses dan persyaratan yang cukup ketat. Pihaknya juga masih menunggu keputusan dari kementrian, terhadap dua orang PNS yang meninggal dalam kecelakaan kerja.

“Untuk Alm Ibu Sumiyati sudah dua tahun pengajuanya, dan baru tahun ini diputuskan. Kami juga masih menunggu keputusan terhadap dua PNS lainya yang meninggal dalam kecelakaan kerja,” katanya.

Heru Prayogo

3 KOMENTAR