Seniman Taiwan, Jepang dan Spanyol Pentas Seni di MAN 1 Kebumen



KEBUMEN, SM Network – Sejumlah seniman dari tiga negara yakni Taiwan, Jepang, dan Spanyol menampilkan karya seni di hadapan para murid MAN 1 Kebumen, Rabu (5/2). Pentas bertajuk Art & Culture Collaboration itu berlangsung di GOR madrasah setempat. Pentas seniman lintas negara itu digelar oleh English Study Club MAN 1 Kebumen bekerjasama lembaga pendidikan musik dan Bahasa Inggris yang dikelola Art For Better World (AFBW) Banjareja-Puring Kebumen yang berbasis di Taiwan.

Para seniman menampilkan beragam kesenian berbeda khas negara masing-masing. Dari Jepang hadir dua musisi dari kelompok Wakiaiai yang dengan alat musik seperti drum dengan permukaan cekung dan terbuat dari logam yang bernama steel pan. Sejumlah lagu dinyanyikan salah satunya lagu legendaris Kokoro no Tomo. Kelompok Lan Yang dari Taiwan yang terdiri atas sejumlah penari belia membawakan sejumlah tarian tradisional.

Sedangkan gitaris solo asal Spanyol, Adolfo Timuat tampil interaktif dengan penonton sembari memamerkan skill fingerstyle-nya di hadapan penonton. Meski dengan latar belakang budaya yang berbeda, interaksi antara penampil dengan para murid dan guru MAN 1 cukup cair. Tampak hadir menyaksikan Direktur AFBW Vincent Lee, Kepala MAN 1 Kebumen H Sodikun SAg MPdI serta para guru dan dan tenaga kependidikan di MAN 1 Kebumen.


Jembatani Komunikasi Pembina English Study Club MAN 1 Kebumen Dra Elly Samodrati mengatakan kegiatan tersebut mengangkat tema “Build up International relationship, understanding and cooperation through English atau membangun hubungan kerjasama dan kesepahaman melalui Bahasa Inggris.

“Bahasa Inggris sebagai bahasa international mampu menjembatani komunikasi antar budaya, antar negara dan antar bahasa yang berbeda. Dengan Bahasa Inggris tidak lagi ada penghalang dalam berkomunikasi,” kata Elly Samodrati di sela-sela acara.

Dengan konser budaya mancanegara yang merupakan kolaborasi dari seniman yang berasal dari negara Taiwan, Jepang dan Spanyol, imbuhnya, menjadi bukti bahwa apapun bahasa, negara dan budaya bisa bersatu dengan menggunakan Bahasa Inggris.

Selain itu, dengan hadirnya para seniman dari mancanegara¬† siswa lebih semangat mempelajari Bahasa Inggris. “Dengan memiliki kemampuan Bahasa Inggris diharapkan di masa depan mereka mudah masuk ke komunitas dan dunia kerja¬† manapun tanpa kesulitan,” tandasnya.


Supriyanto

Tinggalkan Balasan