Seni Mural Bakal Hiasi Tembok Komplek Apartemen Mosvia


MAGELANG, SM Neteork – Kapolres Magelang Kota, AKBP Idham Mahdi menorehkan cat pertama di sebuah bidang dinding yang ada di kompleks Apartemen Mosvia. Dengan tangan kotor terkena cat, ia mencoba menuangkan satu lukisan dasar berwarna kuning yang menjadi tanda awal dimulainya lomba mural, Kamis (20/2).

Tak lama, salah seorang pelukis kawakan datang menghampirinya. Lalu ditambahilah cat dasar kuning itu dan mulai berbentuk. Sepintas gambar awal itu menyerupai seekor burung.

“Ini gambar Garuda, melambangkan persatuan dan kesatuan bangsa ini,” kata salah seorang pelukis tersebut yang sontak mendapat tepuk tangan dari puluhan perwira maupun anggota kepolisian yang hadir saat pembukaan kompetisi mural di asrama polisi kompleks Markas Komando Polres Magelang Kota.

Idham mengaku bukan tanpa alasan, polisi ingin menggelar kontes mural ini. Pihaknya merasa sudah terlalu gerah dengan aktivitas tangan jahil yang hobinya corat-coret tembok perumahan, lembaga, instansi, bahkan gedung publik.

“Tujuan mengadakan lomba ini supaya memberi kesempatan bagi anak-anak kreatif muda untuk menuangkan gagasan, ide, dan kreativitas mereka lewat seni mural. Ini juga untuk mendidik, anak-anak kita yang selalu usil corat-coret tembok karena mencoreng citra itu mengaplikasikan lewat seni, bukan menyampahi pakai vandalisme,” kata Idham.

Ia menyebutkan, total ada 30 peserta. Mereka sudah mendapatkan nomor undian dan hanya boleh mengisi di tembok yang sudah dinomori. Luasannya pun sama. Tiap peserta berhak memanfaat satu media dengan kapasitas 12 meter persegi untuk mengubah bangunan tua menjadi tembok artistik.

“Pengerjaan boleh tim atau individu, kita bagi ada 30 peserta dan tiga hari ke depan menjadi batas waktu terselesaikannya karya mereka ini,” jelasnya.

Para peserta yang turut serta pun tak hanya dari Magelang. Justru sebagian besar datang dari luar daerah seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, dan Jogjakarta. “Kita sediakan basecamp untuk mereka menginap. Memang waktunya relatif lama, 3 hari, karena kita ingin hasilnya pun maksimal,” tuturnya.

Menurut Idham, hasil penilaian nanti berdasarkan kesesuaian tema. Polisi membatasi tema itu hanya berkaitan dengan Kamtibmas, kebangsaan, nasionalisme, dan Magelang Moncer Serius.
“Tidak ada unsur SARA, apalagi sampai pornografi, pasti akan langsung didiskualisifikasi. Tapi kita tidak melarang, entah itu masukan, saran, atau bahkan kritik sekalipun. Kami sifatnya sangat terbuka, malah justru senang kalau dikritik,” tandasnya.

Para peserta ini juga sebelumnya telah melakukan registrasi hingga pembayaran uang administrasi sebesar Rp 100 ribu per tim. Idham berharap, adanya lomba ini akan mampu mengurangi aksi vandalisme yang kerap meresahkan masyarakat dan pemerintah.


Asef Amani

Tinggalkan Balasan