Sempat Mangkrak, Pembangunan Pasar Sapuran Kembali Dianggarkan

WONOSOBO, SM Network – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo akan melanjutkan pembangunan Pasar Tradisional Sapuran yang sempat mangkrak selama dua tahun.

Sebelumnya, pembangunan pasar tersebut sempat mangkrak pada tahun 2019 dan 2020. Ditahun 2019, Pemerintah tidak menganggarkan kelanjutan Pasar Sapuran yang mulai dibangun pada tahun 2017.

Sedangkan ditahun 2020, anggaran pembangunan Pasar Sapuran senilai 10 miliar dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19. Sekretaris Daerah Wonosobo, One Andang Wardoyo mengatakan, Pemerintah telah menganggarkan kembali pembangunan Pasar Sapuran senilai 11 miliar ditahun 2021.

“Tahun kemarin sebenarnya sudah kita anggarkan 10 miliar. Tapi karena ada pandemi Covid-19 akhirnya kita refocusing. Bupati memerintahkan fokuskan di kesehatan. Tahun ini sudah disepakati antara Pemerintah dan DPRD dianggarkan lagi 11 miliar untuk Pasar Sapuran,” jelas Andang saat ditemui baru-baru ini.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disdagkop UMKM) Wonosobo, Suprayitno mengatakan, Meskipun gagal dibangun pada tahun 2020, pihaknya akan berusaha merealisasikan pembangunan pasar pada tahun 2021 sekaligus penataan pedagang. Sehingga diharapkan bisa segera ditempati oleh para pedagang yang sekarang menempati lapak relokasi di lahan pabrik milik CV. Mekar Abadi.

“Ada sekitar 2.000 pedagang di Pasar Sapuran yang saat ini menempati tempat relokasi. Mereka tidak mau pindah kalau pasar belum jadi dan jika tidak pindah semua sekaligus. Bangunan yang sudah ada juga karena lama tidak digunakan justru bisa beresiko cepat rusak,” ujarnya.

Dalam sebuah kesempatan, Prayitno menjelaskan, Pembangunan Pasar Sapuran dimulai tahun 2017 akhir dan sudah tiga tahap. Pertama Rp 5 miliar, Rp 4 miliar dan yang terakhir Rp 6 miliar, total sudah Rp 15 miliar. Namun pemerintah masih membutuhkan dana kembali untuk menyelesaikan Pasar Sapuran yang pada tahun 2021 ini dianggarkan kembali senilai 11 miliar.

Perlu diketahui, pembangunan Pasar Sapuran menggunakan anggaran Bantuan Provinsi (Banprov), DAK dan dana APBD Wonosobo. Setidaknya hanya Pasar Sapuran yang hingga kini masih menyisakan masalah. Lima pasar tradisional lain yakni di Kecamatan Kepil, Leksono, Selomerto, Kejajar dan Watumalang yang dibangun bersamaan, sudah rampung semua. Bahkan Pemerintah belum lama ini telah meresmikan Pasar Induk Wonosobo yang telah selesai dibangun dipenghujung tahun 2020.

Tinggalkan Balasan