Seluruh Desa di Padureso Bakal Buka Pelayanan Online

KEBUMEN, SM Network – Seluruh desa dari total sembilan desa di Kecamatan Padureso, Kebumen bakal membuka pelayanan online. Persiapan sudah dilakukan dengan mengurus SSL (secure socket layer) untuk pengamanan jaringan sesuai standar protokol HTTPS (hypertext transfer protocol secure).

Selanjutnya tinggal pengembangan modul layanan pada website desa, yang telah dibangun oleh Dinas Kominfo Kebumen. Sedangkan untuk basis data kependudukan, saat ini sedang dilakukan proses pengajuan perjanjian kerjasama antara Pemerintah Desa dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kebumen.

“Tentunya, pelayanan online yang bisa dilakukan tanpa harus tatap muka ini akan sangat dibutuhkan. Di samping masa pandemi dan PPKM mikro, juga tuntutan di era teknologi informasi saat ini,”ujar Camat Padureso, Anton Purwanto, saat memberikan pengarahan kepada operator desa online yang mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) di pendapa kecamatan setempat, Kamis (6/5).

Seluruh desa di kecamatan yang dipimpinnya pun akan menjadi percontohan. Masing-masing Desa Pejengkolan, Balingasal, Merden, Kalijering, Sidototo, Kaligubug, Padureso, Sendangdalem, dan Rahayu. Pembukaan pelayanan online itu sekaligus mendukung implementasi program unggulan Bupati Kebumen, yaitu Desa Melek Internet (Desmeli).

Disebutkan Anton, ada 24 jenis pelayanan online yang akan dikelola desa, di antaranya surat pengantar pindah penduduk, surat pengantar perubahan data kependudukan, dan surat keterangan kelahiran/kematian. Pelayanan online yang hanya dikhususkan bagi warga setempat itu tidak harus datang secara langsung ke Balai Desa.

“Cukup mengajukan permohonan layanan melalui website desa masing-masing. Basis datanya berdasarkan nomor induk kependudukan (NIK) sesuai dengan KTP. Ini ditujukan untuk pengendalian agar masyarakat dari luar desa yang tidak berkepentingan tidak bisa sembarangan mengakses pelayanan desa online,” kata Anton.

Bagi warga desa yang sudah terdaftar, lanjut Anton, bisa mengakses pelayanan secara online dengan memasukkan username NIK masing-masing. Adapun untuk pengamanannya bisa mengganti password setelah melalui login pada website tersebut.

Anton lantas menyampaikan penyelenggaraan Bimtek yang diikuti 18 orang untuk mempersiapkan SDM selaku pengelola desa online. Mereka yang berasal dari sembilan desa di Padureso itu terdiri atas satu orang Sekretaris Desa dan satu orang Kasi Pelayanan atau petugas yang ditunjuk oleh Kepala Desa. Bimtek meliputi modul pelayanan desa online/pelayanan mandiri, data desa, publikasi desa dan potensi desa.

Selain itu layanan aduan, dengan dibuatkan menu pada website. Masyarakat yang akan menyampaikan aduan kepada Pemerintah Desa, bisa langsung mengisi form yang disediakan. Tanggapannya akan disampaikan melalui nomor HP/Whats App yang tercantum pada form layanan aduan masyarakat. Sekretaris Kecamatan Padureso, Heri Purnomo menambahkan, menyusul pelaksanaan Bimtek tersebut ditargetkan bisa terinput data kependudukan secara keseluruhan selama Seminggu.

“Tahap berikutnya, tinggal sosialisasi kepada masyarakat dan monitoring serta evaluasi manakala ada kendala di lapangan,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan