SM/Raditia Yoni Ariya - TUNJUKKAN TERSANGKA: Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali menunjukkan tersangka Hetri (25), di Mapolres Temanggung, kemarin.

TEMANGGUNG, SM Network – Peribahasa sebuas-buas harimau tak akan memangsa anaknya sendiri, rupanya tidak berlaku bagi seorang ibu muda bernama Hetri (25). Betapa tidak, warga Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung ini secara sadis tega membunuh darah dagingnya sendiri yang baru saja dilahirkan.

Dia nekat melakukan hal itu karena malu bayi berjenis kelamin perempuan bernasib malang tersebut merupakan hasil hubungan gelap alias perserongan dengan lelaki lain bukan suaminya.

Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali mengatakan, tersangka nekat melakukan perbuatan itu, lantaran panik persoalan itu diketahui keluarganya, sebab selama ini telah berhasil menyembunyikan kebohongannya saat berbadan dua. Dikatakan, memang bayi yang baru saja dilahirkan merupakan hasil hubungan gelap dengan pria lain bukan suaminya.

“Karena malu dan takut kalau ketahuan keluarganya, apalagi suaminya sudah mau pulang dari Malaysia, maka dia nekat membunuh bayinya yang berjenis kelamin perempuan. Dia melahirkan seorang diri di dalam kamarnya, lalu dibekap menggunakan selimut hingga meninggal,”ujarnya kemarin.

Bahkan saat melahirkan, tidak ada seorang pun yang tahu. Kemudian, karena terjadi pendarahaan dan perutnya merasakan sakit, dia pergi ke rumah seorang bidan di Sumowono, Kabupaten Semarang. Sedangkan bayinya yang sudah tak bernyawa di disembunyikan dalam tas berwarna hitam di belakang pintu kamar.

Saat berada di rumah bidan, tersangka mengeluarkan plasenta kemudian menghubungi suaminya dan mengatakan dirinya mengalami pendarahan. Tanpa sepengetahuan tersangka, suaminya menelpon ayahnya yang juga mertua tersangka untuk menjemput di rumah bidan. Mertua tersangka kaget dan curiga karena didapati ada plasenta namun tidak ada bayinya.

Sesampainya di rumah diam-diam Sunaryo atau mertua tersangka mencari keberadaaan bayi dan berhasil menemukannya di sebuah tas di dalam kamar. Kejadian ini akhirnya dilaporkan kepada polisi yang kemudian melakukan penangkapan terhadap korban, dan terkuak aksinya setelah tersangka berikut jenazah bayi di bawa ke RSUD Temanggung.

Tersangka Hetri mengaku terpaksa melakukan pebuatan itu karena takut dan bingung, sebab pacarnya yang telah menghamilinya tidak mau bertanggung jawab. Sementara suaminya sebentar lagi akan pulang dari Malaysia sehingga dia takut kalau ketahuan hamil.

“Saya panik karena hamil tidak dengan suami saya, tapi dengan orang satu kampung namaya Riyanto tapi dia tidak mau tanggung jawab. Maka saat lahir saya bekap pakai selimut sebab dia nangis saya kalut,”akunya.

Atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 6 C jo Pasal 80 Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 342 KUHP dan atau Pasal 341 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.


Raditia Yoni Ariya/Kim

1 KOMENTAR