SM/Asef F Amani - SOP SENEREK: Wali Kota Magelang dua periode, 2010-2015 dan 2016-2021, Sigit Widyonindito ditemati wakilnya, Windarti Agustina dan Sekda Joko Budiyono menyempatkan diri menyantap sop senerek di warung Bu Atmo, tempat makan langganannya sejak berdinas di DPU.

Mampir Nostalgia di Warung Bu Atmo

MAGELANG, SM Network – Sigit Widyonindito memilih untuk tinggal di Semarang selepas menjabat Wali Kota Magelang dua periode, 2010-2015 dan 2016-2021. Adapun Wakil Wali Kota Magelang periode 2016-2021, Windarti Agustina akan kembali ke kampung halamannya di Kampung Nambangan.

Sigit dan Windarti resmi selesai menjabat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang pada Selasa (16/2) pukul 23.59. Sigit pun menyerahkan jabatannya kepada Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Magelang, Joko Budiyono di Pendopo Pengabdian, Rabu (17/2).

Menariknya, sebelum menghadiri acara serah terima jabatan ini, Sigit menyempatkan diri makan siang di warung sop senerek “Bu Atmo” di Jalan Jendralan Kota Magelang. Warung ini dinilai merupakan warung legenda dan menjadi langganan Sigit semasa mengabdi di Kota Sejuta Bunga.

“Sejak berdinas di Dinas Pekerjaan Umum (DPU), saya sering ke warung Bu Atmo. Waktu itu, kantor DPU menempati kantor yang saat ini ditempati PDAM,” ujarnya.

Siang itu, keduanya mengajak serta beberapa pejabat di jajarannya dan awak media untuk makan sop khas Magelang itu. Meski singkat, suasana hangat dan akrab tercipta di warung sederhana tersebut.

Plt Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Magelang, Tri Yamto Sutrisno menuturkan, seperti yang disampaikan pada saat apel pagi, Sigit akan tinggal di Semarang setelah tidak lagi menjadi Wali Kota Magelang. Sedangkan Windarti, akan kembali ke rumahnya di Kampung Nambangan.

“Sebelum beliau ke Semarang untuk tinggal di sana, beliau ingin mampir, sambil nostalgia, sekaligus menengok Bu Atmo yang sedang sakit,” ungkapnya.

Sementara itu, Asih (41) salah satu keponakan Bu Atmo, menceritakan Sigit Widyonindito memang sudah berlangganan makan sop senerek sejak lama. Selain makan langsung di warung, Sigit juga kerap mengutus pegawainya untuk membungkus.

“Pak Sigit itu pelanggan setia kami, sejak lama. Sering makan di warung, tapi sering juga ada pegawainya yang diutus buat mbungkus. Buat sarapan dan makan siang,” jelas warga Kampung Meteseh itu.

Dia mengaku, Sigit adalah sosok yang baik, ramah dan karismatik. Selama menjadi Wali Kota Magelang juga tidak malu meskipun makan di warung sederhana.

“Beliau orangnya baik, ramah sama semua orang, karismatik. Ga malu walaupun makan di warung kami. Saya doakan Pak Sigit dan keluarga sehat, panjang umur. Kota Magelang jadi maju,” imbuhnya.