Selama 21 Hari, 504 Kendaraan Bermotor Diputar balik

YOGYAKARTA, SM Network- Selama 21 hari mulai 24 April hingga 14 Mei, sudah 504 kendaraan bermotor yang ingin masuk wilayah DIY diminta untuk putar balik. Hal ini dilakukan saat pelaksanaan Operasi Ketupat Progo 2020 yang berlangsung dalam masa pandemi Covid-19.
“Ada 504 kendaraan diputar balik yang kami rekap dari empat check point di wilayah DIY,” tutur Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto.

Check point itu terdiri dari check point Temon, Kulonprogo dengan 98 kendaraan diputar balik. Rinciannya 11 bus, 87 kendaraan roda empat. Lalu check point Tempel, Sleman sebanyak 107 kendaraan bermotor (5 bus, 100 roda empat, 2 kendaraan roda dua), check point Prambanan Sleman sebanyak117 (2 bus, 158 roda empat, 17 roda dua), dan check point Bedoyo, Gunungkidul sebanyak 122 (7 bus, 102 kendaraan roda empat, 2 truk, 11 roda dua).

“Selama 21 hari pula total 11.858 kendaraan kami periksa kelengkapan surat-surat kendaraan dan juga surat kesehatan dari para penumpangnya,” jelas dia mewakili Kapolda DIY Irjen Pol Asep Suhendar. Perincian jumlah kendaraan yang diperiksa terdiri dari 3.377 kendaraan di check point Temon, 3.838 kendaraan di check point Tempel, 843 di check point Bedoyo dan terbanyak di check point Prambanan yakni 4.004 kendaraan.

Lebih lanjut Kabid Humas menjelaskan, dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Progo, pihak kepolisian memprioritaskan pada penyekatan kendaraan di titik-titik perbatasan dan jalan utama di pos-pos check point dengan sasaran kendaraan terutama dari arah zona merah.
“Melibatkan personel TNI dan instansi lainnya melakukan pengamanan di jalur alternatif seperti wilayah Sleman, meliputi Jalan Turi-Pakem, Jalan Tempel-Kulonprogo. Lalu wilayah Bantul meliputi Jalan Srandakan dan wilayah Gunungkidul meliputi Baron Rongkop dan depan M
Kecamatan Ngawen,” paparnya.

Yuliyanto menambahkan Polda DIY mendukung apa yang menjadi kebijakan pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditentukan dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. “Tentunya tetap dengan melengkapi surat surat perjalanan sesuai yang sudah ditentukan,” tandas dia.


Gading Persada

Tinggalkan Balasan