Sekda Sleman : Pilkades Tetap Digelar 20 Desember

SLEMAN, SM Network – Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Sleman tahun 2020 ini tetap akan digelar pada 20 Desember. Tanggal itu dipilih sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri agar penyelenggaraan Pilkades ditunda sampai dengan selesainya Pilkada 2020.

“Pilkades tetap digelar tanggal 20 Desember sepanjang tidak ada hal-hal yang bersifat force major,” tegas Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman Harda Kiswaya, Rabu (23/9).

Penetapan tanggal 20 Desember 2020 sebagai waktu pelaksanaan Pilkades, mendasarkan pada hasil rapat Pemkab Sleman bersama KPU dan Bawaslu. Penentuannya dihitung dari analisa perjalanan administrasi Pilkada serentak 2020, yang hari pencoblosannya jatuh pada tanggal 9 Desember.

“Diambil 20 Desember supaya administrasinya bisa segera selesai. Karena kita berharap laporan BPK untuk tahun berjalan bisa disampaikan sekitar tanggal 15 Januari 2021, supaya Sleman bisa menjadi nomer satu se-Indonesia,” ujarnya.

Menurut Harda, akan sulit jika penyelenggaraan Pilkades harus menunggu pandemi Covid-19 usai. Sebab, wabah virus corona tidak bisa diprediksi kapan akan berakhir. Oleh karena itu, semua pihak harus siap dengan adaptasi kebiasaan baru. Nantinya, Pilkades juga akan digelar dengan menerapan protokol kesehatan secara ketat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sleman Budiharjo mengatakan, persiapan tahapan fisik Pilkades sudah 85 persen. Sekarang masih dalam tahap pendalaman materi bagi 1.220 petugas Tenaga Teknis Lapangan (TTL).

“Kami sudah siap menggelar Pilkades di masa pandemi. Alat pelindung diri disediakan, petugas pelaksana juga sudah dirapid test,” terang Budi.

Pemkab sendiri telah menganggarkan Rp 575,86 juta untuk pengadaan APD terdiri dari face shield, sarung tangan, dan disinfektan serta sarung tangan untuk ditempatkan di TPS. Sementara untuk kegiatan rapid test bagi petugas pelaksana Pilkades, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 1,63 miliar.

Sehingga, total anggaran yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan Pilkades mencapai Rp 14,6 miliar. Awalnya, hanya dianggarkan Rp 9,6 miliar.

Tinggalkan Balasan