Sejumlah Warga di Purworejo Tak Terima BLT DD Dipotong Rp 200 Ribu

PURWOREJO, SM Network – Sejumlah warga di Desa Banyuasin Kembaran Kecamatan Loano, mengeluhkan adanya potongan BLT DD (Bantuan Langsung Tunai Dana Desa) oleh sejumlah oknum. Tidak tanggung-tanggung, belasan penerima BLT DD dipotong hingga Rp 200 ribu perorang.

Dikatakan, Puryanto (33), warga Dusun Dukuh RT 01 RW 3, Desa Banyuasin Kembaran. Ia mengaku dipotong Rp 200 ribu setelah menerima BLT DD dari pemerintah desa setempat, beberapa waktu lalu. Ia terpaksa meberikan uang sejumlah itu lantaran tidak tahu ada larangan potongan BLT DD.

“Sebelum menerima BLT DD, saya didatangi Pak RT, katanya saya mendapatkan bantuan Rp 600 ribu, diambil besok pagi, tetapi harus dipotong Rp 150 Ribu dengan alasan untuk pemerataan. Keesokan harinya saya ambil (bantuan di desa,red), terus Pak RT datang kerumah meminta uang potongan itu, tetapi tidak Rp 150 lagi, malah naik jadi Rp 200 Ribu. Jadi saya hanya dapat Rp 400 ribu setelah dipotong,” kata pria yang keseharianya berprofesi sebagai tukang ojek di Pasar Banyuasin Kembaran ini, siang hari ini, Rabu (17/06/2020).

Sepengetahuan Puryanto, tidak hanya dirinya yang bantuanya dipotong. Kakak dan bapak kandungnya yang sudah berusia lebih dari delapanpuluh tahun juga dipotong Rp 200 Ribu. Menurut informasi dari tetangga dusun, kata Puryanto, juga banyak penerima BLT DD yang dipotong ratusanribu rupiah oleh seseorang dengan alasan pemerataan.

“Jadi katanya uang hasil potongan itu untuk ngasih yang tidak dapat supaya tidak iri,” katanya.

Hal senada juga dikatakan oleh dua orang sumber yang tidak berkenan disebutkan identitasnya, penerima BLT DD di Dusun Sebelik RT 1 RW 1. Bahkan keduanya sampai merasa takut, karena oknum yang meminta uang terkesan memaksa.

“Saya awalnya menolak, tetapi karena takut yasudah saya kasih,” katanya.

“Saya juga dipotong, ya karena takut bermasalah ya saya kasih, saya ikhlaskan saja,” ungkap satu sumber lainya.

Kedua sumber tersebut juga mengatakan, dirinya tidak tahu potongan itu diberikan kepada siapa. Pasalnya oknum yang menarik potongan tidak memberikan data, siapa saya yang akan diberikan uang dari hasil potongan tersebut, namun tetap dengan dalih supaya adil dan tidak ada rasa iri antara masyarakat yang tidak mendapat bantuan dengan penerima BLT DD.

Kepala Desa Banyuasin Kembaran, Abdul Azis, saat dikonfirmasi mengenai permasalahan tersebut mengaku tidak mengetahui adanya tindakan pemotongan uang yang dilakukan oknum kepada masyarakat penerima bantuan.

“Saya tidak tahu (ada potongan BLT DD). Kami baru tahu setelah ada yang bilang, tapi katanya itu inisiatif dari warga penerima, tidak ada paksaan,” katanya.

Mendengar kabar ini, Abdul Azis, akan segera mendalami permasalah ini. Ia juga menjamin tidak akan ada lagi kejadian potongan BLT DD untuk yang kedua kalinya.

Diketahui, di Desa Banyuasin Kembaran terdapat 150 KK yang terdata sebagai penerima BLT DD. Abdul Azis mengatakan, pihaknya telah melakukan tindakan sesuai prosedur dalam menentukan penerima BLT DD.

“Yang mengusulkan RT, RW, dan Kadus karena yang lebih tahu kondisi masyarakat, tetapi juga kami lakukan verifikasi sebelum ditentukan sebagai penerima BLT DD, selanjutnya ditetapkan melalui musyawarah bersama BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” pungkasnya.


Heru Prayogo

Tinggalkan Balasan