SM/Dian Nurlita - Insert: Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto

MUNGKID, SM Network – Sejumlah pengungsi tercatat nekat pulang ke desa asalnya. Diketahui tercatat ada 27 pengungsi yang pulang. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto, saat dihubungi Minggu (29/11). “Benar, terdapat pengurangan pengungsi dari Dusun Karanganyar, Desa Ngargomulyo sebanyak 27 jiwa,” jelas Edy.

Edy mengatakan, pengungsi yang nekat pulang merupakan pengungsi dari Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun. Mereka selama ini menempati tempat pengungsian di PAY Muhammadiyah Muntilan.

Alasan mereka juga beragam, namun yang utama adalah rasa jenuh tinggal di pengungsian. Alasan lain, menengok rumah yang sudah lama ditinggalkan. “Ada yang mengatakan jenuh di pengungsian, juga ada yang mengatakan untuk menengok keadaan rumah,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, menurut Edi tantangan BPBD adalah menghadapi ketidakpastian Merapi kapan akan meletus. “Data memang bisa direkam dan dianalisis oleh ahlinya dalam hal ini BPPTKG,” ujarnya.

Karena tidak ada kepastian, menjadikan warga lereng Merapi lama di tempat pengungsian. Keadaan itu membuat potensi kejenuhan dan rindu untuk pulang ke rumah.

“Namun apabila ada tanda-tanda mengkhawatirkan atau bila ada instruksi untuk mengungsi, maka mereka harus mengungsi,” papar Edy.

Menyikapi hal tersebut diperlukan kearifan dan sikap mengalah menghadapi ketidakpastian gunung Merapi. Terutama apabila gunung yang berada di perbatasan Jateng DIY ini tidak bisa ditahan lagi yakni erupsi. “Mau tidak mau warga harus mengalah dan menyingkir dari zona bahaya,” ujarnya.

Edy menegaskan, mengungsi merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, apabila status Merapi naik menjadi “Awas”. Pengosongan zona bahaya sesuai rekomendasi BPPTKG harus dipatuhi. “Namun kami tetap berdoa, semua baik- baik saja dan aman,” harapnya.

Tercatat total jumlah pengungsi sampai dengan Minggu (29/11) pukul 06.00, tercatat ada 785 jiwa yang tersebar di delapan titik pengungsian. Untuk diketahui Pemerintah Kabupaten Magelangsendiri telah mengeluarkan surat berisi pernyataan status tanggap darurat bencana Gunung Merapi. Surat itu tertuang dalam Keputusan Bupati Magelang Nomor: 180.182/364/KEP/46/2020. Status tanggap darurat bencana Gunung Merapi ini selama 25 hari terhitung mulai 6 November sampai 30 November 2020.

7 KOMENTAR

  1. Thank you for your website post. Thomas and I have already been saving for a new publication on this
    subject and your short article has made us all to save the
    money. Your notions really clarified all our issues.
    In fact, in excess of what we had thought of prior to
    when we found your excellent blog. We no longer nurture doubts
    plus a troubled mind because you have attended to our own needs in this article.
    Thanks

    Here is my blog post … Green Healing CBD Reviews

  2. Hi there! I know this is somewhat off topic but
    I was wondering which blog platform are you using for this site?
    I’m getting fed up of WordPress because I’ve had problems with hackers and I’m looking at options for
    another platform. I would be great if you could point me in the
    direction of a good platform.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here