Sehari, Merapi Dua Kali Erupsi

MUNGKID, SM Network – Gunung Merapi kembali erupsi, Minggu (21/6), pukul 09.13 dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 6.000 m di atas puncak (± 8.968 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang, Edy Susanto, mengatakan bahwa durasi erupsi Gunung Merapi sekitar lima menit.
“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 75 mm dan durasi kurang lebih lima menit 28 detik,” jelas Edy.

Sementara itu, terjadi erupsi susulan (kedua) yang terjadi pada pukul 09.27. “Untuk erupsi kedua amplitudo 75 mm dengan durasi 100 detik. Tinggi kolom erupsi tidak teramati,” jelas Edy.

Sebaran hujan abu vulkanik sendiri berdampak di delapan kecamatan. “Sebaran abu vulkanik cukup deras terjadi di wilayah Kecamatan Srumbung,” terangnya.

Untuk wilayah Kecamatan Srumbung sendiri berdampak di Desa Kaliurang, Desa Kemiren, Desa Srumbung, Desa Banyuadem, Desa Kalibening, Desa Ngargosoko, dan Desa Kradenan. Sedangkan untuk hujan abu ringan berdampak di wilayah Kecamatan Dukun, Sawangan, Salam, Muntilan, Ngluwar, Mungkid, dan Kecamatan Borobudur.

Edy juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan selalu waspada. “Masyarakat saya minta untuk tetap tenang. Serta untuk menjaga jarak bahaya dalam radius 3 km dari puncak,” imbaunya.

Salah seorang warga Desa Deyangan Kecamatan Mungkid, Deviokta, mengatakan bahwa hujan abu berdampak hingga di wilayah desanya. “Hujan abu terjadi yang turun di daerah rumah saya terjadi sekitar pukul 10.30. Hujan abu cukup deras namun tidak tebal,” terangnya.

Diketahui saat ini Gunung Merapi berada pada Status Level II (waspada) sejak 28 Mei 2018. Mempertimbangkan hal tersebut Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta memberikan beberapa rekomendasi diantaranya, potensi ancaman bahaya saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif. Area dalam radius 3 kilometer dari puncak G. Merapi agar tidak ada aktivitas manusia. Masyarakat agar mengantisipasi bahaya abu vulkanik dari kejadian awanpanas maupun letusan eksplosif. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak Gunung Merapi.


Dian Nurlita/ita

Tinggalkan Balasan