Sebelum Kembali Pulang, Warga Merapi Bersihkan Kandang

JOGJAKARTA, SM Network – Tampak berbeda di kandang ternak di barak pengungsian, Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (25/1). Kandang yang biasanya dipenuhi ternak sapi milik warga lereng Gunung Merapi tepatnya Dusun Kalitengah Lor itu sudah bersih dan kosong.

Ini karena warga secara bersama-sama telah membersihkan kandang sehari sebelum mereka diperbolehkan pulang bersyarat kembali ke rumah masing-masing oleh pemerintah daerah.

SM/Dananjoyo : Warga lereng Gunung Merapi yang mengungsi sedang membersihkan kandang ternak sapi di samping barak pengungsian, Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (25/1).

Pemulangan bersyarat para pengungsi tersebut rencananya akan dilakukan hari Selasa (26/1) besok.
Bersyarat apabila sewaktu-waktu aktivitas merapi meningkat, maka warga harus kembali ke barak. Selain itu, posko pengungsian tetap akan diaktifkan.

Hal tersebut disampaikan oleh Pengurus Unit Laks Kalurahan Glagaharjo, Sutarno, saat ditemui Suara Merdeka di Barak Pengungsian, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (25/1).

SM/Dananjoyo : Warga lereng Gunung Merapi yang mengungsi sedang membersihkan kandang ternak sapi di samping barak pengungsian, Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (25/1).

“Jadi apabila ada warga yang masih ingin tinggal di barak maka akan langsung difasilitasi. Kemudian warga yang telah kembali ke rumah tidak boleh beraktivitas seperti mencari rumput dalam radius yang dilarang yakni 5 Km dari Merapi,” katanya.

Pemulangan pengungsi ini dipastikan lewat keluarnya Surat Edaran Pemerintah Kabupaten Sleman Nomor 361/0178 tentang Antisipasi Perubahan Arah Bahaya Ancaman Bencana Erupsi Merapi 2021.

Surat tersebut ditandatangani Sekretaris Daerah Sleman Harda Kiswaya. Dalam surat itu disebutkan, pengungsi di Balai Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, pada 26 Februari 2021 akan dipulangkan.

Pemulangan tersebut diputuskan setelah adanya informasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) tentang perubahan arah potensi bahaya erupsi Gunung Merapi dari tenggara menjadi ke sebelah selatan-barat daya, pada 16 Januari 2021 lalu.

Sementara itu, Pemerintah juga mengingatkan bahwa Januari-Februari telah memasuki musim hujan, yang perlu diantisipasi terjadi ancaman bencana sekunder Gunung Merapi berupa banjir lahar. Terutama, ke sungai-sungai yang berhulu ke Gunung Merapi.

Untuk itu, penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III diminta dihentikan. Lokasi wisata tetap dibuka secara terbatas kecuali Klangon, Bunker Kaliadem, Kinahrejo dan Wisata Religi Turgo.

Tinggalkan Balasan